Breaking News:

Ketua DPRD Binjai Menolak Tutup Sepihak Jalan Lintasan KA, Dewan Segera Gelar RDP

Menolak kebijakan sepihak PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumut yang ingin menutup jalan umum masyarakat di lintasan Kereta Api Lelawangsa. 

TRIBUN MEDAN/HO
KECELAKAAN keretaapi dan mobil yang terjadi di lintasan Kereta Api Lelawangsa, Binjai. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Binjai, Noor Sri Syah Alam Putra angkat bicara menyikapi masalah lintasan Kereta Api yang kerap makan korban.

Noor mengatakan, menolak kebijakan sepihak PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumut yang ingin menutup jalan umum masyarakat di lintasan Kereta Api Lelawangsa. 

"Kenapa harus ditutup, itu kan memang jalan umum untuk kepentingan masyarakat. Saya baru tahu ada surat PT KAI ingin menutup jalan itu. Itu ya tidak bisa. Itu tetap jalan umum masyarakat," katanya, Kamis (14/1/2021). 

Noor dengan tegas menolak solusi cepat yang terkesan sepihak dari PT KAI. Apalagi karena tidak dilatarbelakangi hasil musyawarah bersama instansi terkait dan masyarakat. 

"Saya tahu ada surat PT KAI yang ditandatangani Vice President Divre I Sumut, Ansitus Marulitua Simangunsong untuk menutup jalan umum masyarakat. Tapi tidak bisa begitu saja," ujarnya. 

Untuk itu, katanya, dalam waktu dekat DPRD Kota Binjai akan memanggil PT KAI Divre I dalam rangka dengar pendapat. Dan surat undangan RDP sudah dilayangkan pihaknya ke PT KAI. 

"Kami akan RDP dengan mereka (PT KAI). Dijadwalkan digelar pekan depan, harinya Selasa atau Rabu. Nanti kami juga panggil Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya yang berhubungan," ujarnya 

Sebagai alternatif sementara untuk menghindari kecelakaan berulang antara KA dan pengendara sudah dilakukan upaya. Dishub Binjai diminta menugaskan stafnya untuk siaga jaga di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Ikan Kakap. 

"Kita juga minta kepada PT KAI agar mendirikan pos-pos jaga di tempat-tempat lintasan KA yang juga jalan umum masyarakat. Ini demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat umum," jelasnya. 

Sebelumnya, Menejer Humas PT KAI Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono membenarkan adanya surat dari pihaknya menutup jalan umum masyarakat. Dimana lokasi kecelakaan merupakan perlintasan liar lantaran tidak ada penjaga dan palang pemberitahuan. 

"Penutupan sesuai amanat Undang-Undang, yang tidak boleh ada perlintasan sebidang. Cuma kan kami enggak bisa juga, karena ada kebutuhan masyarakat juga," ujarnya.

Masalah lintasan KA ini terkait rentetan kecelakaan lalu lintas berupa KA menabrak mobil selama ini. Terbaru, awal Januari 2021 sudah dua mobil tertabrak dal tempo waktu yang berdekatan, yakni, mobil berplat BK 1864 ID yang dikemudikan Z Hutabarat (59) ditabrak KA rute Binjai-Medan pada Kamis (7/1) dan pada Sabtu (9/1), RPA (18) yang mengemudikan mobil BK 1501 RU jenis Toyota Rush warna putih. (dyk/tribun-medan.com) 

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved