Breaking News:

Jelang Pelantikan Muryanto Amin Pekan Depan, MWA Sudah Serahkan Berkas ke Kemendikbud

kasus plagiarisme ini mencuat jelang pelantikan Muryanto Amin sebagai rektor terpilih USU pada Kamis (21/1/2021) mendatang.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Konferensi Pers USU terkait kasus plagiarisme Rektor Terpilih, Muryanto Amin, Sabtu (16/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - SK Rektor USU terkait penetapan sanksi pelanggaran norma etika akademik/etika keilmuan dan moral sivitas akademika atas nama Muryanto Amin dalam kasus plagiarisme tentu menimbulkan pertanyaan publik.

Lantaran kasus ini mencuat jelang pelantikan Muryanto Amin sebagai rektor terpilih pada Kamis (21/1/2021) mendatang.

Saat dikonfirmasi kepada Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Prof. Hasyim Purba mengatakan pelantikan rektor USU terpilih 2020 telah diserahkan kepada Kemendikbud RI yang telah menjadi keputusan rapat MWA yang berlangsung Jumat 15 Januari 2021.

"Penentuan jadwal pelantikan rektor terpilih, Muryanto Amin udah diserahkan seluruhnya kepada Kemendikbud karena memiliki kewenangan tertinggi," ungkap Hasyim, Sabtu (16/1/2021).

Saat disinggung mengenai sanksi plagiat yang dijatuhkan kepada Muryanto mengenai statusnya untuk pengangkatan rektor, ia tidak dapat berkomentar lebih jauh.

"Karena pembahasan itu bersifat konfidensial (bersifat pribadi) di MWA. Alasan pelantikan Muryanto diserahkan ke Kemendikbud karena sanksi plagiat yang dikeluarkan. Makanya penilaian MWA juga telah diberikan ke Kemendikbud," ujarnya.

Lanjutnya, terkait kasus ini, Kemendikbud diminta memberikan keputusan mengenai kasus plagiarisme.

"Di rapat MWA kemarin, Kemendikbud dimohon secepatnya untuk memberikan satu penilaian dan keputusan. Jadi kalau Kemendikbud memutuskan Minggu ini, ya dijalankan. Kalau Minggu depan bisa saja," kata Hasyim.

Lanjutnya, ia juga turut mengimbau agar dapat menghargai proses yang dilakukan Kemendikbud. Semua pihak dibilangnya harus menjaga kondusifitas USU.

"USU harus menjadi aset bangsa yang dijaga kredibilitas dan marwahnya. Tentunya juga kepercayaan publik kepada USU harus terpelihara dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya diinformasikan, Komite Etik USU memutuskan Muryanto Amin bersalah perihal perbuatan Self- Plagiarism. Walhasil, ia dihukum penundaan kenaikan pangkat dan golongan selama 1 tahun.

Hal itu terungkap dari surat keputusan Rektor USU Nomor: 82/UN5.1.R/SK/KPM/2021. Tentang Penetapan Sanksi Pelanggaran Norma Etika Akademik/Etika Keilmuan dan Moral Sivitas Akademika Atas Nama Dr Muryanto Amin S.Sos.,M.Si.

Muryanto juga disanksi untuk pengembalian insentif karya ilmiah atas terbitnya artikel berjudul: A New Patronage Networks of Pemuda Pancasila in Governor Election of North Sumatra, yang dipublikasikan pada Jurnal Man in India, terbit September 2017, ke Kas Universitas Sumatera Utara.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved