Breaking News:

Pekan Depan PMI Medan Buka Layanan , Hanya Butuh Waktu 1,5 Jam

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan akan mulai menerima pelayanan plasma konvalasen pada Senin (18/1/2021) mendatang.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Warga donor darah di PMI Medan, Sabtu (16/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan akan mulai menerima pelayanan plasma konvalasen pada Senin (18/1/2021) mendatang.

Direktur PMI Medan, Harry Butarbutar mengungkapkan bahwa pelaksanaan perdana Plasma Konvalasen akan dilakukan pada Senin mendatang sekaligus melakukan Zoom Meeting dengan Presiden Jokowi.

"Kita akan mulai kemungkinan Senin besok kebetulan Senin depan kita ada zoom meeting langsung dengan Jokowi, ada 23 unit donor darah yang akan mengikuti zoom meeting langsung dan saat itu kita akan memulai untuk perdana dengan satu orang penyintas yang bersedia untuk diambil plasmanya.

Dan dalam zoom meeting itu akan langsung kita tunjukkan secara langsung," ungkap Harry kepada tribun-medan.com, Sabtu (16/1/2021).

Harry menuturkan jika hingga saat ini, PMI Medan masih melakukan permintaan kepada PMI Pusat untuk pengambilan plasma konvalasen.

"Kita prinsipnya mendukung plasma konvalesennya namun kita sementara ini masih bekerjasama dengan anggota unit donor darah di Jakarta. Semisal ada pasien yang membutuhkan plasma konvalesen, kita mengirimkan permintaan ke Jakarta dan kemudian Jakarta menyediakan dan mengirimkan kembali ke kita. Ada beberapa pasien yang memang sudah berhasil ditangani dengan konvalesen dari RS Siloam," ujarnya.

Terkait persiapan ini, Harry menuturkan bahwa PMI saat ini sudah melakukan pendataan dan menyiapkan sarana dan prasarana untuk proses pengambilan.

"Kita sudah mempersiapkan diri untuk menjadi unit donor darah penyedia plasma konvalesen. Sarana prasarana kita siapkan dan kita juga persiapkan data base dari penyintas Covid-19 di Sumut, terutama Medan.

Data ini lah kita gunakan untuk melengkapi tujuan kita untuk plasma konvalesen ini.
Persiapan ini benar-benar kita buat serius karena sudah diperintahkan nasional karena kita lihat berguna untuk penyintas Covid-19," tuturnya.

Untuk sistematika pengambilan plasma konvalasen ini, Harry menjelaskan bahwa membutuhkan waktu 1,5 jam.

"Kita mendata dulu penyintas Covid yang sudah sembuh, dan kita lakukan filter antigen dari penyintas, kemudian bila dia sudah mencapai tingkat dimana kita anggap gunakan sebagai plasma yang bermanfaat untuk menggunakan baru kita pergunakan plasma ya. Pengambilan plasma tidak terlalu lama yang hanya 1,5 jam," Ujarnya.

"Kita ada dua staff yang sudah dilatih dan sudah cukup untuk melakukan pengambilan plasma. Pengambilan plasma ini menggunakan mesin apresis yang sudah kita miliki," tambah Harry.

Transfusi plasma konvalesen ini Harry tidak menjanjikan 100 persen berhasil, namun dapat menjadi opsi untuk proses penyembuhan.

"Kita tidak bisa ini 100 persen sebagai pengobatan tapj ini alternatif yang dilakukan untuk proses penyembuhan yang dibutuhkan penyintas Covid-19. Tapi saya mengimbau masyarakat penyintas Covid-19 ini punya kelebihan di kalangan orang yang belum pernah mengalami covid-19 ini justru punya kelebihan sebagai orang yang mendonorkan plasma ya," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved