Breaking News:

Reparasi Barang Bekas Jadi Sepeda Minion, Pria Asal Kota Kisaran Ini Raih Omset Puluhan Juta Sebulan

Sepeda-sepeda ini direparasinya dari pengepul barang bekas, dan di perbaikinya hingga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

TRIBUN MEDAN/HO
SEPEDA-sepeda kreasi Rian di bengkelnya di kota Kisaran, Asahan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Sepeda jenis minion adalah sepeda jenis batangan satu nyawa yang pada tahun 2000an menjadi populer. Meskipun sedikit menghilang dari peredaran, tetapi penggunanya masih saja bermunculan. Bahkan ada orang yang mengkreasikan sepeda minion dari barang-barang bekas.

Seperti Rian (38), warga Siumbut-umbut Baru, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan ini sukses menjalankan bisnis sepedanya.

Sepeda yang buat oleh Rian bukanlah sepeda biasa, melainkan sepeda berjenis minion.

Namun yang menjadi sepesial, sepeda-sepeda ini direparasinya dari pengepul barang bekas, dan di perbaikinya hingga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

"Bahan saya beli dari tukang butut (pengepul barang bekas) dengan harga Rp 90 ribu perbatangan sepeda," ujarnya, Sabtu (16/1/2021).

Dari uang Rp 90 ribu tersebut, ia mampu meraih omset puluhan juta perbulannya.

"Lalu saya cat, perbaiki dan dibuat list, saya bisa menjualnya dengan harga satu hingga tiga juta rupiah. Dalam satu bulan bisa terjual lima hingga 10 sepeda," katanya.

Kemudian dari sepeda batangan itu diperbaikinya, kemudian di percantik dengan cat, dengan warna-warna yang terang. 

Dikatakannya, dalam satu sepeda ia mampu meraup keuntungan paling rendah Rp 700 ribu, karena ada modal awal yang harus dikeluarkan.

"Modalnya membeli cat, priwil sepeda, ban dan sebagainya. Untuk itu saja bisa memakan modal hingga Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta rupiah," katanya.

Diakuinya, dengan modal tersebut, sentuhan tangannya mampu membuat sepeda bekas tersebut terlihat seperti baru kembali.

Dirinya berharap dengan memperbaiki ulang sepeda lawas tersebut dapat membuat orang-orang mengenang masa kecilnya yang memiliki kenangan masa lalu dengan sepeda minion.

"Rata-rata yang membeli sepeda ini yang lahir tahun 90an. kemudian yang lahir tahun 2000an merasakan nikmatnya naik sepeda minion ini. Saya berharap dengan saya jualnya sepeda ini kembali, bisa membuat market baru," pungkasnya.(cr2/Tribun-Medan.com)

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved