Breaking News:

Update Covid19 Sumut 18 Januari 2021

Dinas Kesehatan Sumut Beberkan Kriteria Masyarakat Penerima Vaksin Covid-19

Alwi menjelaskan, penerima vaksin adalah terutama kepada warga yang berasal dari kalangan masyarakat produktif.

HO / Tribun Medan
PROVINSI Sumatera Utara kembali menerima sebanyak 34.840 vial vaksin COVID-19 buatan Sinovac dari PT Biofarma yang tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Vaksin Covid-19 yang tiba di Sumatera Utara telah disalurkan ke beberapa kabupaten kota.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara (Sumut), dr Alwi Mujahit Hasibuan menyebut, tidak semua orang akan menjadi penerima vaksin Covid-19. 

"Mereka adalah yang berasal dari masyarakat sebagai kelompok prioritas.Sebab, pemerintah memberlakukan beberapa persyaratan dalam vaksinasi ini," ujarnya, Senin (18/1/2021).

Alwi menjelaskan, penerima vaksin adalah terutama kepada warga yang berasal dari kalangan masyarakat produktif.

"Di antaranya berusia 18-59 tahun, tidak pernah terpapar Covid-19 (bukan penyintas), tidak memiliki komorbid dan pastinya tidak sedang sakit," ungkapnya, Senin (18/1/2021).

Komorbid tersebut, sambung Alwi, umumnya adalah jenis penyakit berat, seperti ginjal, hipertensi, jantung dan lainnya. 

"Hanya saja, untuk penyakit Diabetes Melitus (DM) apabila terkontrol vaksinasi itu masih dapat diberikan. Kalau untuk usia, memang pada vaksin Sinovac, hanya dapat dilakukan pada batasan usia 59 tahun," katanya.

Masih dikatakan dr Alwi, untuk vaksin Pfizer usia 60 tahun ke atas bisa dijangkaunya, namun sejauh ini di Indonesia vaksinnya belum tersedia.

"Dalam hal ini, syaratnya itu sebetulnya tergantung dari jenis vaksinnya," jelasnya. 

Disinggung soal penyintas, Alwi menuturkan, memang mereka masih boleh menerima vaksin Covid-19. 

Hanya saja sejauh ini, pemerintah belum memprioritaskan mereka, sebab penyintas telah memiliki kekebalan walaupun sedikit. 

"Karena yang mau dikejar kan yang belum ada kekebalan. Apa boleh (penyintas) divaksin ya boleh, tapi dia tidak prioritas. Artinya untuk yang gratis ini dia tidak dapat," bebernya.

Namun tambah Alwi, bila mau melakukan vaksinasi Covid-19 secara mandiri, menurutnya sah-sah saja. Hanya saja, sejauh ini pemerintah belum menyediakannya. 

"Tapi sekarang belum ada, mungkin ke depannya lah," pungkasnya.(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved