Breaking News:

Gugatan Pilkada di Sumut 2020

Ketua KPUD Karo Sebut Penetapan Bupati Terpilih Masih Menunggu Keputusan MK

Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karo Cory Sebayang dan Theopilus Ginting belum dapat ditetapkan menjadi bupati dan wakil bupati

Nasrul / Tribun Medan
Ketua KPUD Karo Gemar Tarigan ST, saat ditemui di Kantor KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Meskipun sudah dinyatakan dan ditetapkan menjadi pemenang dalam penghitungan suara hingga ke tingkat kabupaten, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karo Cory Sebayang dan Theopilus Ginting, masih belum dapat ditetapkan menjadi bupati dan wakil bupati terpilih.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karo, Gemar Tarigan ST, saat ditemui di Kantor KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Senin (18/1/2021).

Gemar mengungkapkan, hal tersebut dikatakan pihaknya sampai saat ini masih menunggu arahan dan keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya, dari lima Paslon di Kabupaten Karo dua di antaranya mengajukan gugatan ke MK.

"Belum bisa kita terapkan sebagian bupati dan wakil bupati terpilih, ini menunggu arahan dari MK dulu," ujar Gemar.

Gemar menjelaskan, saat ini pihaknya juga masih menunggu Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) dari MK untuk mengetahui apakah sengketa dari kedua Paslon tersebut diterima atau tidak.

Jika melalui BRPK gugatan dari kedua pasangan ini ditolak, maka pihak KPUD Karo paling lambat lima hari akan menerapkan pasangan Cory br Sebayang dan Theopilus Ginting sebagian bupati dan wakil bupati terpilih.

"Kalau misalnya gugatan dari dua Paslon itu ditolak, paling lama kira akan melakukan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih. Kalau sekarang, statusnya masih menjadi pemenang berdasarkan perolehan suara terbanyak saja," ucapnya.

Gemar menjelaskan, namun jika nantinya gugatan dari pasangan Josua Ginting dan Sabrina br Tarigan serta pasangan Iwan Depari dan Budianto Surbakti diterima, maka akan dilangsungkan sidang terlebih dahulu.

Dan jika permohonan dari kedua pasangan ini untuk Pemilihan Suara Ulang (PSU) diterima, maka pihaknya akan melakukan PSU sesuai dengan keputusan dari MK tersebut.

"Ya kalau misalnya nanti diputuskan PSU, harus kita ikuti, dan bisa saja perolehannya berubah. Tapi kalau misalnya tidak PSU dan gugatannya ditolak, maka tidak akan memengaruhi hasil yang ada sampai saat ini," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved