Breaking News:

Update Covid19 Sumut 18 Januari 2021

Surat Edaran Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Dinas Pariwisata Medan Lakukan Sosialisasi

Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono, mengatakan pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha yang ada di Kota Medan.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
KADIS Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 440/0404 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Industri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Dalam Rangka Pengendalian Covid-19 di Kota Medan.

SE tersebut merupakan tindaklanjut terhadap instruksi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi nomor 188.54/1/NST/2021 tentang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Surat Edaran itu ditangani pada Jumat (15/1/2021) dengan 5 poin penting.

Terkait SE ini, Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono, mengatakan pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha yang ada di Kota Medan.

Karena, kata dia, jumlah pelaku usaha di Kota Medan yang cukup banyak menyebabkan pihaknya harus melakukan sosialisasi secara bertahap.

“Sejak diterbitkan Jumat kemarin kita masih fokus melakukan sosialisasi. Karena kan jumlah pelaku usaha di Kota Medan itu ada banyak. Jadi butuh waktu juga kita untuk melakukan sosialisasi,” ujar Agus Suriyono, Senin (18/1/2021).

Surat Edaran tersebut menyebutkan tentang jam operasional sejumlah tempat usaha pariwisata di Kota Medan.

Antara lain pusat perbelanjaan atau mal, serta jenis usaha griya pijat, spa dan mandi uap yang wajib tutup pada pukul 21.00 WIB.

Sementara untuk tempat hiburan seperti diskotik, pub, live musik, karaoke, bar dan sejenisnya, yang wajib berhenti beroperasi pada pukul 22.00 WIB.

Semua aturan itu berlaku mulai dari 14 Januari hingga 31 Januari 2021.

"Kita masih akan melakukan rapat dengan Tim Satgas Covid-19 Kota Medan mengenai jadwal pengawasan. Jadi saat ini kita masih terus melakukan sosialisasi," sebut dia.

Sementara mengenai sanksi yang akan diberikan kepada para pelaku usaha yang melanggar aturan, terangnya, sanksinya berupa imbauan untuk menutup usahanya sesuai waktu yang diberikan.

"Sanksinya berupa penutupan usaha untuk waktu tertentu," katanya.

Agus berharap pelaku usaha di Kota Medan dapat bekerjasama dalam penerapan Surat Edaran Wali Kota yang dikeluarkan guna menekan jumlah kasus Covid-19 di Kota Medan.

"Kita harapkan kerjasama dari para pelaku usaha agar bisa kooperatif agar kita bisa bebas dari pandemi Covid-19 ini. Dan bisa memulihkan kondisi pariwisata di Kota Medan," pungkasnya.(cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved