Breaking News:

Gugatan Pilkada di Sumut 2020

Tetapkan Asner-Susanti Sebagai Pemenang Pilkada 2020, KPUD Siantar Tunggu BRPK dari MA

Salinan BRPK nantinya merupakan pedoman mengukuhkan Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani sebagai pemenang Pilkada serentak 9 Desember 2020.

Tribun-Medan.com/Alija Magribi
PASLON Pilkada Siantar, Asner Silalahi dan dr Susanti. 

TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pematangsiantar hingga kini masih menunggu Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) tentang Pilkada Siantar 2020 dari Mahkamah Konstitusi. 

Salinan BRPK nantinya merupakan pedoman KPUD untuk mengukuhkan Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani sebagai pemenang Pilkada serentak 9 Desember 2020 yang lewat. Adapun BRPK diperkirakan keluar dalam waktu dekat.

Komisioner Teknis KPUD Pematangsiantar Gina Ruth Fefiliana Ginting menyampaikan saat ini semua pihak masih menunggu salinan BRPK.

"Belum. Kami menunggu surat resmi dari KPU RI ke kami. Nanti ada surat resmi dari KPU RI disampaikan ke KPUD provinsi dan ke KPU Kabupaten dan Kota. Berjenjang ke bawah," ujar Gina.

Gina menjelaskan, sesuai Peraturan PKPU, Komisi Pemilihan Umum akan menetapkan pemenang Pilkada serentak setelah BRPK diterbitkan. Hal ini diperkuat mengingat Pilkada Siantar, tak ada pihak yang menggugat calon tunggal Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani.

"Di PKPU 9 tahun 2018 dan PKPU 19 tahun 2020 tentang Rekapitulasi Penghitungan Suara, selambat-lambatnya tiga hari setelah keluarnya BRPK akan dilakukan penetapan. Kalau di PKPU 5 tahun 2020 tentang tahapan selambat-lambatnya itu 4 hari. Kita tunggu surat dr MK dan KPU RI ya," ujarnya.

Menjelang keluarnya salinan BRPK ini, sejumlah pihak meminta anak Almarhum Asner Silalahi melanjutkan perjuangan sang ayah yang meninggal pada Kamis (14/1/2021) sore lalu. Sondi Pittor Manahan Silalahi, diminta banyak pihak menggantikan perjuangan sang ayah membangun Kota Pematangsiantar.

Mantan Ketua KPUD Siantar Mangasi Purba yang saat ini menjadi Liason Officer (LO) Pemenangan Asner-Susanti, Mangasi Purba menyampaikan dukungan untuk mengusung putra sulung Asner Silalahi sangat terbuka dan sah dalam peraturan perundang-undangan.

Apalagi Sondi Pittor Manahan Silalahi telah cukup umur sebagai kepala daerah.

"Begini, soal itu sah sah saja. Tetapi mekanismenya, kan, Bu Susanti dilantik dulu. Pak Asner akan dinyatakan berhalangan tetap. Setelah defenitif Bu Susanti, baru akan diusulkan (Sondi) ke DPRD Siantar. Berembuk dulu lah para partai pengusung," ujar Mangasi.

"Kalau dibilang mendukung, ini tergantung Partai pengusung, ada 8 partai politik pengusung. Anak paling tua yang berpeluang, sudah 27 tahun. Tapi ini domain-nya partai pengusung," ujar Mangasi.(alj/tribun-medan.com) 

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved