Breaking News:

UMKM Pilih Alih Usaha Agar Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak dari pandemi terus berusaha agar bisa kembali bangkit. Salah satunya melakukan alih usaha

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/SEPTRINA
Bincang Bisnis UMKM secara virtual dari studio Tribun Medan, Senin (7/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak dari pandemi terus berusaha agar bisa kembali bangkit. Salah satunya dengan melakukan alih usaha.

Ketua Asosiasi UMKM Sumut Ujiana Sianturi mengatakan saat ini sekitar 40 persen UMKM melakukan alih usaha. Ia mencontohkan, banyak pelaku usaha fesyen yang membuka usaha kuliner

"Pelaku UMKM ya melihat peluang-peluang lain. Karena masih banyak usaha yang hancur bahkan ada UMKM yang sampai jual aset saat ini," katanya kepada Tribun Medan, Senin (18/1/2021).

Ia mengatakan seiring berjalannya waktu memang mulai ada perbaikan usaha dari para pelaku UMKM. Namun perbaikan tersebut masih perlahan.

"Karena kan saat pandemi ini, UMKM sudah banyak yang menjual aset. Jika mau kembali melakukan produksi pun susah juga," katanya.

Meski begitu ada juga saat ini UMKM yang sudah mulai berproduksi kembali. Jumlahnya sekitar 30 persen.

"Yang mengalami kemajuan saat pandemi juga tetap ada. Misalnya karena memang saat ini banyak masyarakat yang bekerja di rumah kan butuh camilan. Jadi usaha kuliner khususnya frozen food mengalami kemajuan," katanya.

Ia mengatakan sebelumnya sebagian UMKM juga sudah mendapatkan bantuan alat-alat dari pemerintah khususnya pemerintah Sumut. Namun hal ini belum kembali mendapatkan jawaban.

"Kemarin sesuai arahan Pak Gubernur di acara pelepasan ekspor, minta supaya kita mengajukan proposal alat-alat apa yang dibutuhkan UMKM. Sebagian UMKM nya sudah dapat, tetapi saya masukkan lagi data yang kedua kali sampai sekarang belum ada jawaban," katanya.

Terkait dengan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diberikan, ia mengatakan belum semua UMKM mendapatkan. Bahkan masih banyak yang belum terdaftar sebagai penerima BPUM.

"Sebelumnya dari asosiasi sudah kita teruskan datanya ke Dinas Koperasi dan UMKM tingkat I. Ada seribuan data yang kita teruskan. Kita juga heran, jumlah UMKM yang mendapat BPUM ini sedikit dari Sumut," katanya.

Untuk BPUM yang akan kembali dibuka, ia berharap pemerintah melakukan pengecekan terhadap UMKM yang tidak lulus verifikasi di tahap sebelumnya. Kalau seandainya pelaku UMKM belum lulus verifikasi, sebaiknya dijelaskan alasannya.

"Sebaiknya yang sebelumnya dulu yang di proses. Banyak UMKM yang belum dapat. Kalau seandainya pun belum lulus verifikasi jelas alasannya apa," katanya.

"Kita berharap sebaiknya UMKM yang sebelumnya sudah mengirimkan data diselesaikan dulu. Kalau tidak lulus verifikasi harusnya ada pernyataan, apa yang salah. Supaya UMKM nya pun tidak bertanya-tanya," pungkasnya.

(sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved