Breaking News:

Percepat Penanganan Bencana, BPBD Karo Perkuat Koordinasi dengan Instansi Pendukung

Melihat potensi kerawanan bencana di tengah musim yang terus berubah ini, pihak BPBD telah melakukan beberapa langkah.

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN / NASRUL
PLT Kepala BPBD Karo, Natanail Perangin-angin. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Satu daerah yang cukup rawan terjadi bencana saat ini adalah Kabupaten Karo. Seperti diketahui, Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan kontur wilayah yang berbukit. Selain itu Kabupaten Karo juga memiliki gunung api aktif yang sampai sekarang aktivitasnya terus fluktuatif yaitu Gunung Sinabung. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Natanail Perangin-angin, mengatakan, melihat potensi kerawanan bencana di tengah musim yang terus berubah ini, pihaknya telah melakukan beberapa langkah.

Satu hal yang saat ini menjadi prioritas ialah koordinasi dengan instansi pendukung lainnya. 

"Kita sudah melakukan beberapa upaya, seperti melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mendekati wilayah yang rawan bencana khususnya di Kecamatan Simpangempat dan Berastagi. Selain itu kita juga melakukan koordinasi dengan instansi pendukung lainnya seperti Dinas Pekerjaan Umum dan pihak Bina Marga provinsi," ujar Natanail, saat ditemui di Kantor BPBD Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Senin (18/1/2021).

Natanail menjelaskan, koordinasi ini dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan jika nantinya terjadi bencana.

Dirinya mengatakan, penanganan jika nantinya terjadi bencana terlebih seperti tanah longsor tentunya dibutuhkan alat berat untuk proses normalisasi jalur ataupun wilayah yang tertutup longsoran.

Untuk itu, dengan koordinasi yang baik tentunya penanganan saat terjadi bencana akan lebih cepat dilakukan. 

"Dengan koordinasi yang baik ini, kita dapat dengan cepat melakukan penanganan. Seperti contohnya kemarin ada longsor, penanganannya langsung cepat dilakukan oleh instansi yang berwenang langsung turun," katanya. 

Selain koordinasi dengan instansi terkait, kata Natanail, pihaknya akan melakukan penguatan di jajaran internal BPBD sendiri.

Dirinya mengatakan, sesuai dengan tugasnya memang sudah seharusnya jika setiap ada bencana personel dari BPBD harus terjun langsung ke lapangan untuk membantu proses penanganan bencana. 

"Memang kami akui kemarin masih sedikit kurang personel kita yang langsung ke lapangan, makanya ke depan akan kita perbaiki lagi. Tapi kita selalu koordinasi dengan instansi terkait, terutama yang memang harus ditangani menggunakan alat berat," ucapnya. 

Seperti diketahui, saat menjelang Natal tahun 2020 dan Tahun baru 2021 kemarin, BPBD menyiagakan personelnya selama 24 jam jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Saat ditanya apakah pihaknya masih menerapkan hal tersebut saat ini, pria berkacamata ini mengaku kini tugas dilakukan seperti biasa. Namun, ke depan pihaknya berencana akan kembali memanfaatkan posko tersebut kembali. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved