Breaking News:

Uji Coba Terminal Kabanjahe, Dishub Sumut Terapkan Sistem Dua Armada Setiap Perusahaan Bus

Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, melakukan uji coba penggunaan terminal Kabanjahe, Selasa (19/1/2021).

Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Bus yang akan menuju ke Medan, menunggu antrean berangkat di jalur keberangkatan Terminal Kabanjahe, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (19/1/2021). Uji coba akan berlangsung hingga 31 Januari. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Unit Pelayanan Teknis Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perhubungan (UPT PSPP) Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, melakukan uji coba penggunaan terminal Kabanjahe, Selasa (19/1/2021).

Diketahui, terminal dengan tipe B ini baru saja selesai dibangun setelah sebelumnya dilakukan rehabilitasi selama kurang lebih delapan bulan.

Kepala UPT PSPP Terminal Kabanjahe Dameria Tampubolon, mengungkapkan uji coba ini merupakan bagian dari persiapan sebelum terminal ini akan dioperasikan secara utuh. Dirinya mengatakan, dalam uji coba ini pihaknya juga ingin melihat seperti apa nantinya sistem yang pas untuk diterapkan dalam jangka panjang.

"Hari ini mulai kita lakukan uji coba Terminal Kabanjahe, di sini kita lihat nanti seperti apa penerapan yang pas agar nantinya sistem di terminal lebih tertata," ujar Dameria, saat ditemui di Terminal Kabanjahe, Jalan Veteran, Kabanjahe.

Dameria menjelaskan, pada tahap uji coba ini pihaknya menetapkan sistem antrean di mana setiap perusahaan bus hanya bisa menempatkan dua busnya dalam satu waktu. Dirinya mengatakan, bus-bus ini nantinya akan ditempatkan terlebih dahulu di lokasi parkir atau tempat antrean yang ada di bagian belakang terminal.

Nantinya, jika sopir bus merasa armadanya sudah harus berangkat terlebih dahulu melapor ke petugas untuk nantinya ditempatkan di jalur keberangkatan. Dirinya mengatakan, nantinya di jalur keberangkatan tersebut setiap bus diberikan waktu selama lima menit.

"Jadi kita pakai sistem sorong, setiap lima menit sekali bus harus berangkat jika sudah masuk ke jalur keberangkatan. Ini juga memang sudah merupakan kesepakatan antara kita dengan pihak direksi masing-masing armada," katanya.

Saat ditanya mengenai apakah saat ini pihaknya menerapkan sistem tiket untuk lebih menata penumpang, Dameria mengungkapkan pihaknya dengan direksi bus belum menerapkan sistem ini. Namun begitu, dirinya mengatakan jika nantinya penumpang ingin menunggu bus mana yang ingin ditumpanginya, calon penumpang dapat menunggu di lokasi tunggu yang telah disediakan.

"Ya memang masih seperti dulu, cuma kalau sekarang masyarakat bisa menunggu di ruang tunggu ini sambil melihat mana bus yang ingin dinaikinya. Apalagi kalau sudah ada jalur keberangkatan ini, penumpang sudah dapat lebih nyaman menunggunya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dameria mengatakan nantinya setiap Angkutan Kota (Angkot) sudah lebih nyaman lagi untuk menurunkan penumpangnya yang akan melanjutkan perjalanan ke Medan. Pasalnya, pihaknya juga menyediakan jalur khusus Angkot yang dapat digunakan untuk menurunkan penumpangnya di dalam kawasan terminal.

"Kalau Angkot, bisa menurunkan penumpangnya di dalam kawasan terminal di belakang. Nantinya setelah menurunkan penumpang, sopir harus langsung melanjutkan perjalanan ke jalur yang telah disediakan. Sehingga, nantinya tidak ada lagi angkot yang menurunkan penumpang di depan terminal agar arus lalulintas menjadi lebih teratur," ucapnya.

Informasi yang didapat, proses uji coba ini akan dilakukan hingga tanggal 31 Januari mendatang. Nantinya setelah proses uji coba, pihak UPT PSPP akan kembali menutup terminal untuk dilakukan evaluasi apa saja yang masih harus dilengkapi sebelum nantinya terminal ini diresmikan.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved