Breaking News:

Transaksi Keuangan Digital Diperkirakan akan Terus Mengalami Penguatan

"Termasuk mengakselerasi program-program yang diselenggarakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional mengatasi dampak pandemi Covid-19,"

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Karyawan menunjukkan layanan transaksi digital Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di kantor Bank BTN Cabang Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/1/2020). PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk pada tahun 2020 meningkatkan layanan transaksi berbasis teknologi digital untuk menggaet calon debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Transaksi perbankan yang berkaitan dengan keuangan digital sepanjang 2020 sudah sangat kuat.

Transaksi yang tumbuh positif di sektor jasa keuangan adalah dompet digital, sedangkan transaksi lain cenderung mengalami penurunan.

"Kalau kita bicara e walet cenderung berkaitan dengan transaksi online. Perkembangan digital di tahun 2021 ini saya lihat akan sangat pesat dan akan bisa beradaptasi di masa pandemi," kata Digital Financial Expert Acuviarta Kartabi dalam Indonesia Digital Economy and Business Outlook 2021.

Namun menurutnya inovasi dalam transaksi tanpa tatap muka harus didukung dengan ekosistem financial yang mempuni. Dalam hal ini ada regulator dan pelaku usaha yang terlibat. 

"Maka tantangan dan dinamikanya cukup besar. Apalagi terkadang perkembangan dinamika usaha lebih cepat dibandingkan adaptasi yang dilakukan regulator. Contohnya ada beberapa kasus yang terlambat ditangani," katanya.

Secara ekonomi, ia melihat bahwa perkembangan sektor sektor ekonomi diharapkan bisa sejalan dengan keuangan digital. Contohnya perkembangan di sektor jasa keuangan, pertanian, dan sebagainya.

Dijelaskannya setahun terakhir sejak pandemi Covid-19, salah satu sektor yang terdampak adalah sektor jasa keuangan.

Ada beberapa sektor yang tidak terdampak, misalnya sektor pertanian, sektor informasi dan komunikasi. 

"Belakangan juga berkembang transaksi-transaksi di sektor pertanian yang menggunakan digital financial. Ini menjadi contoh bagi para pelaku ekonomi saat ini untuk mengembangkan ekonomi yang berkaitan dengan sektor pertanian," katanya. 

Sektor-sektor yang tidak terdampak ini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi yang diharapkan bisa mengintermediasi perkembangan sektor ekonomi lainnya.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved