Breaking News:

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Kuliner Ginaru Pote Khas Suku Pakpak

Langkah berikutnya, masukkan serei dan daun salam, serta bawang rumbai. Setelah itu, masukkan mening (menir) ke dalam periuk.

Instagram @mellyanurularwarni /HO
Ginaru Pote makanan khas Papak, Kabupaten Papak Bharat 

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Berbagai kuliner di Indonesia beragam dan tergolong unik. Satu di antaranya, kuliner tradisional khas Suku Pakpak, yakni Ginaru Toge.

Satu di antara msayarakat setempat, Indra Manik, mengatakan Ginaru Pote ini sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka.

Nama Ginaru Pote ini berasal dari bahasa Pakpak, dan tak dapat diartikan ke dalam bahasa Indonesia.

Baik itu makanan tersebut sampai ke Amerika, Eropa, Prancis bahkan luar daerah pun, tetap namanya Ginaru Pote. Hanya saja, Pote dalam bahasa Pakpaknya ialah Petai.

“Banyak makanan khas Pakpak, satu di antaranya Ginaru Pote ini lah. Nah, Ginaru Pote ini banyak juga bahan dasarnya, jadi tak bisa aku sebutkan satu – satu. Biasanya kalau makan Ginaru Pote, enaknya dikala saat setelah hujan redah. Jadi, dapat kita rasakan kehangatan bubur Ginaru Pote ini,” ujarnya pada awak media Tribun, Rabu (20/1/2020).

Lanjutnya, untuk makanan Ginaru Pote biasanya disajikan pada saat kumpul keluarga, ulang tahun, dan ketika seorang ibu yang baru melahirkan.

Dilangsir dari artikel Kemendikbud, Ginaru Pote sudah ada sejak duhulu, hal ini dikarenakan pote merupakan satu di antara hasil dari pertanian daerah tersebut.

Namun untuk sejarahnya tidak ada yang mengetahui secara pasti.

Ginaru pote bukan makanan sehari-hari tetapi dihidangkan hanya pada waktu-waktu tertentu , biasanya dibuat ketika musim pote atau ketika petai berbuah.

Selain itu menunggu beras mening (menir) di rumah hingga banyak, karena pada masa dulu tidak ada yang menjual beras mening.  

Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved