Breaking News:

News Video

Gunung Sinabung Masih Terus Fluktuatif, Sepekan Terakhir Tercatat Beberapa Kali Erupsi

Sofyan menjelaskan, memang dari beberapa hari terakhir Sinabung mengalami aktivitas yang cukup fluktuatif.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: heryanto

Gunung Sinabung Masih Terus Fluktuatif, Sepekan Terakhir Tercatat Beberapa Kali Erupsi

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Beberapa Gunung Api yang ada di berbagai wilayah Indonesia, belakangan ini menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.

Seperti contohnya Gunung Semeru yang belum lama ini mengalami erupsi, dan peristiwa yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Gunung Merapi.

Selain di pulau Jawa, diketahui di Sumatera Utara juga memiliki gunung api aktif yang sampai saat ini pergerakannya masih terus dipantau secara ketat, yaitu Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo.

Berdasarkan data yang didapat, sampai saat ini gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini masih terus mengalami perubahan aktivitas hampir setiap harinya atau dapat dikatakan fluktuatif.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Sinabung Sofyan Primulyana, untuk hari ini saja Gunung Sinabung sudah mengalami dua kali erupsi. Dirinya mengatakan, erupsi pertama terjadi sekira pukul 00.00 WIB dan untuk erupsi kedua terjadi sekira pukul 06.30 WIB.

"Untuk hari ini, mulai dari tadi malam sampai sekarang Sinabung sudah dua kali erupsi. Dari kedua erupsi ini, kolom abunya maksimum di angka 500 meter dari puncak gunung," ujar Sofyan, saat ditemui di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Kamis (21/1/2021).

Sofyan menjelaskan, memang dari beberapa hari terakhir Sinabung mengalami aktivitas yang cukup fluktuatif.

Dirinya mengatakan, dalam kurun waktu sepekan terakhir Sinabung juga mengalami beberapa kali erupsi dengan skala kecil. Dirinya menyebutkan, sampai saat ini Sinabung masih dominan mengalami gempa-gempa guguran.

"Ada juga kita lihat gempa-gempa yang mendominasi dan letusan yang sedikit lemah. Untuk gempa-gempa lainnya juga cukup mendominasi, yang menunjukkan jika masih ada pasokan dari dalam gunung," katanya.

Ketika ditanya perihal apakah ada pengaruhnya peningkatan aktivitas yang terjadi di beberapa gunung api di beberapa daerah terhadap aktivitas Sinabung, pria berdarah Sunda ini menjelaskan jika ini tidak berpengaruh.

Sofyan menjelaskan, setiap gunung api memiliki dapur magmanya sendiri-sendiri, sehingga jika terjadi peningkatan aktivitas di satu gunung tidak akan berpengaruh ke gunung lainnya.

"Oh itu tidak ada pengaruhnya, apalagi dengan gunung yang jaraknya sangat jauh dari Sinabung. Sedangkan antara Sinabung dengan Sibayak yang jaraknya dekat saja, itu tidak berpengaruh," ungkapnya.

Ketika ditanya pemantauan ke depannya, Sofyan menjelaskan jika sampai saat ini Sinabung masih memiliki potensi untuk kembali mengalami erupsi dan guguran. Namun begitu, dirinya mengatakan pihaknya tidak bisa memprediksi secara pasti perihal kapan Sinabung terjadi erupsi.

"Tentunya kita tetap memantau perkembangan Sinabung. Karena hal semacam ini kita tidak bisa prediksi, kalau memang ke depan ada peningkatan kegempaan yang signifikan tentunya akan mempengaruhi aktivitas Sinabung," katanya.

Dengan kondisi kegempaan Sinabung yang masih fluktuatif, dirinya mengatakan pihaknya meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasuki zona merah yang telah ditetapkan di beberapa sektoral di lingkar Gunung Sinabung.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved