Breaking News:

News Video

Hasil SP2020, Generasi Z dan Milenial Mendominasi Jumlah Penduduk di Sumut

Hasil SP2020 mencatat mayoritas penduduk Sumatera Utara didominasi oleh generasi Z dan Milenial.

Hasil SP2020, Generasi Z dan Milenial Mendominasi Jumlah Penduduk di Sumut

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk (SP) 2020 yang diselenggarakan September 2020 jumlah penduduk di Sumatera Utara sebanyak 14,80 juta jiwa. Bila dibandingkan dengan Hasil SP2010 memperlihatkan penambahan jumlah penduduk sebanyak 1,82 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 181,72 ribu jiwa setiap tahun.

"Hasil SP2020 mencatat mayoritas penduduk Sumatera Utara didominasi oleh generasi Z dan Milenial. Jumlah usia produktif sangat besar dalam struktur penduduk dapat menjadi salah satu modal pembangunan," kata Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi dalam Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020, Kamis (21/1/2021).

Proporsi generasi Z sebanyak 31,70 persen dari total populasi dan generasi milenial sebanyak 25,83 persen dari total populasi Sumut. Generasi Z merupakan penduduk yang lahir tahun 1997 hingga 2012 dengan perkiraan usia sekarang 8 sampai 23 tahun.

Sedangkan generasi milenial lahir tahun 1981 sampai 1996 dengan perkiraan usia saat ini 24 hingga 39 tahun. Dijelaskannya kedua generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Sekitar tujuh tahun lagi, seluruh Generasi Z akan berada pada kelompok penduduk usia produktif. Hal ini merupakan peluang dan tantangan bagi Sumatera Utara, baik di masa sekarang maupun masa depan karena generasi inilah yang berpotensi menjadi aktor dalam pembangunan yang akan menentukan masa depan Sumut," katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ismael P Sinaga mengatakan berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri pada semester II 2020, Provinsi Sumatera Utara dari sisi agregat jumlah penduduk menjadi nomor 4 tertinggi di Indonesia.

"Jumlah penduduk terbesar di luar Pulau Jawa ada di Sumatera Utara," katanya pada kegiatan serupa di BPS Sumut.

Ia mengatakan jika ada perbedaan angka jumlah penduduk hasil Sensus Penduduk dan Kementerian Dalam Negeri ini karena perbedaan waktu. Dimana Sensus Penduduk dilakukan pada September 2020 sementara data Kementerian Dalam Negeri hingga Desember 2020.

"Selain itu juga dari pelaksanaan sensus penduduk ini dapat dilihat bahwa updating data dari penduduk belum sepenuhnya bisa dilakukan dengan kesadaran yang tinggi. Hal ini terlihat dari hasil sensus penduduk 2020 masih ada 900 ribuan jiwa lebih yang alamat pada Kartu Keluarga nya tidak sesuai dengan domisilinya," katanya.

Berdasarkan data SP2020 ada 6,63 persen atau 981,20 ribu penduduk Provinsi Sumatera yang berdomisili tidak sesuai alamat domisili dan Kartu Keluarga (KK). Sedangkan sisanya sudah berdomisili sesuai KK.

"Ini menjadi catatan bersama untuk melakukan updating data terakhir. Mulai dari status perkawinan, domisili, dan sebagainya. Termasuk pencatatan peristiwa-peristiwa kependudukan seperti kelahiran, kematian, perkawinan, dan sebagainya," katanya.

(sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved