Breaking News:

Sensus BPS, Sumatera Utara Peringkat Empat Jumlah Penduduk Tertinggi di Indonesia

Hingga Desember 2020 secara keseluruhan jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 271,35 juta jiwa.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
KEPALA BPS Sumut Syech Suhaimi dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ismael P Sinaga dalam Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Sumatera Utara menjadi peringkat keempat jumlah penduduk paling tinggi se-Indonesia hingga semester II 2020. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri hingga Desember 2020, jumlah penduduk di Sumut telah mencapai 15,14 juta jiwa. 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori  dalam Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020, Kamis (21/1/2021) secara virtual. 

Dikatakannya hingga Desember 2020 secara keseluruhan jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 271,35 juta jiwa. Melalui rilis data kependudukan tersebut dikatakan secara jenis kelamin terdiri dari 134,23 juta jiwa laki-laki dan perempuan 137,12 juta jiwa. 

"Lima provinsi dengan jumlah penduduk tertinggi adalah Jawa Barat dengan jumlah 47,1 juta jiwa, Jawa Timur 41,04 juta jiwa, Jawa Tengah 37,10 juta jiwa, Sumatera Utara 15,14 juta jiwa, dan Banten 11,64 juta jiwa," katanya, Kamis (21/1/2021).

Secara sebaran per pulau, penduduk paling banyak di Pulau Jawa dengan persentase 55,94 persen, Sumatera 21,73, Sulawesi 7,43 persen, Kalimantan 6,13 persen, Bali dan Bisa Tenggara 5,57 persen, Papua 2,02 persen, dan Sulawesi 7,43 persen. 

"Provinsi Sumatera Utara dari sisi agregat jumlah penduduk, kita adalah nomor 4 terbanyak di Indonesia. Jumlah penduduk terbesar di luar Pulau Jawa ada di Sumatera Utara," kata Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ismael P Sinaga pada kegiatan serupa di BPS Sumut

Ismael mengatakan, jika ada perbedaan angka jumlah penduduk hasil Sensus Penduduk dan Kementerian Dalam Negeri ini karena perbedaan waktu.

Dimana Sensus Penduduk dilakukan pada September 2020 sementara data Kementerian Dalam Negeri hingga Desember 2020.

"Selain itu juga dari pelaksanaan sensus penduduk ini dapat dilihat bahwa updating data dari penduduk belum sepenuhnya bisa dilakukan dengan kesadaran yang tinggi. Hal ini terlihat dari hasil sensus penduduk 2020 masih ada 900 ribuan jiwa lebih yang alamat pada Kartu Keluarga nya tidak sesuai dengan domisilinya," katanya. 

Berdasarkan data SP2020 ada 6,63 persen atau 981,20 ribu penduduk Provinsi Sumatera  yang berdomisili tidak sesuai alamat domisili dan Kartu Keluarga (KK). Sedangkan sisanya sudah berdomisili sesuai KK. 

"Ini menjadi catatan bersama untuk melakukan updating data terakhir. Mulai dari status perkawinan, domisili, dan sebagainya. Termasuk pencatatan peristiwa-peristiwa kependudukan seperti kelahiran, kematian, perkawinan, dan sebagainya," katanya. 

Dikatakannya, pihaknya juga mengapresiasi kegiatan sensus penduduk yang sudah dilakukan pada masa pandemi Covid-19 ini. Ia berharap hasil sensus penduduk ini dapat dimanfaatkan ke depan.

"Data ini akan kami sampaikan agar bisa dimanfaatkan khususnya dalam perencanaan pembangunan dan mengambil langkah-langkah kebijakan ke depan," pungkasnya. (sep/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved