Breaking News:

News Video

Terjerat Korupsi Milyaran, Ketua Inkindo Sumut Pendi Sebayang Ditangkap Di rumahnya Tanpa Perlawanan

Dwi Setyo Budi Utomo menyampaikan bahwa pada saat penangkapan, terpidana tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Kantor Kejati Sumut.

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: heryanto

Terjerat Korupsi Milyaran, Ketua Inkindo Sumut Pendi Sebayang Ditangkap Di rumahnya Tanpa Perlawanan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim tangkap buronan (Tabur) Intelijen Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, menangkap terpidana DPO Ir. Pendi Sebayang, MT (57) selaku Direktur Utama PT. Pemutar Argeo Consultan Enginering di rumahnya Jalan Bunga Wijaya Kesuma XVI Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (20/1/ 2021) malam.

Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Asintel Kejatisu Dwi Setyo Budi Utomo menyampaikan bahwa pada saat penangkapan, terpidana tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Kantor Kejati Sumut untuk proses administrasi.

Dikatakannya, penangkapan tersebut, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 732.k/Pid.Sus/2017 tanggal 17 Oktober 2017 dan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor: Print-21/N.2.10/Ft.2/11/2017 tanggal 20 November 2017, Terpidana Pendi Sebayang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 subsidiair pasal 3 jo pasal 18 UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Terpidana Pendi Sebayang yang juga Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sumatera Utara, terlibat dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pembuatan Peta Rawan Bencana Tingkat Kabupaten di Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat dengan nilai proyek sebesar Rp 1, 4 milyar TA 2012 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara," kata mantan Kajari Medan ini.

Lebih lanjut Asintel menyampaikan bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung, terpidana diganjar dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara.

Selanjutnya, terpidana diserahkan kepada Kejari Medan, yang diwakili oleh Kasi Intel Kejari Medan Bondan Subrata beserta tim untuk selanjutnya dibawa ke kantor Kejari Medan dan proses administrasi.

"Setelah kita lengkapi semua dokumennya, termasuk rapid test antigen, selanjutnya terdakwa kita serahkan ke lapas Tanjung Gusta Medan," kata Bondan.

Sebelumnya, Pendi Sebayang dan 2 lainnya yakni Aris Fadillah Acheen selaku Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara (BPBD Sumut) bersama Zainal Arifin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tersandung perkara korupsi terkait proyek pembuatan peta titik rawan bencana di Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat TA 2012 lalu.

Anggaran dana yang dikucurkan saat itu sebesar Rp2 miliar untuk menyediakan 14 orang ahli dalam pembuatan titik peta rawan bencana. Namun hanya 7 orang ahli yang dihadirkan. Sisa uang itu yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved