Breaking News:

Tingkatkan Efisiensi Efektivitas Operasional Bisnis Gas, PGN Terapkan Digitalisasi Terintegrasi

Setelah tahapan pada Sistem Informasi yang terintegrasi selesai, akan dilanjutkan ke proses tersedianya Dashboard Nasional.

HO / Tribun Medan
Sebagai Subholding Gas dan bagian dari Holding Migas Pertamina yang mengelola 96 persen infrastruktur gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menerapkan Smart Utility yang berkelanjutan. Penerapan utility berbasis teknologi ini juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan gas bumi. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas dan bagian dari Holding MIgas PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan inovasi melalui penerapan digitalisasi dalam menjalankan operasional pemanfaatan gas bumi.

Impementasinya, penerapan teknologi digital PGN terintegrasi dengan seluruh Anak Usaha agar dapat meningkatkan efisiensi & efektivitas kinerja operasional melalui skema Share Service Integrasi Data.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz memaparkan pentingnya share service untuk monitoring pengelolaan gas bumi di sepanjang rantai nilai gas bumi di seluruh anak usaha Subholding Gas.

Dengan kemampuan memonitoring pengelolaan gas bumi, maka akan mempercepat pengambilan keputusan dan pengembangan di seluruh mata rantai bisnis gas bumi. Monitoring dilakukan dalam dua sistem yaitu sistem informasi terintegrasi dan dashboard gas nasional.

"Setelah melalui proses analisa, skema share service sebagai bentuk sistem informasi penyaluran gas PGN yang terintegrasi bernama SIPGAS dan dikendalikan di level Gas Management atau Pipeline Management. Share Service SIPGAS bertujuan untuk mengoptimalkan asset yang dimiliki, efisiensi biaya operasi dan maintenance yang ada di Anak Perusahaan PGN," jelas Faris, (20/01/2021).

Pada sistem skema informasi terintegrasi, PGN dan Anak Perusahaan telah melakukan inventarisasi terlebih dahulu dengan mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari kehandalan, validitas, kesesuaian dengan SOP, efektivitas biaya dan waktu, akurasi, konsistensi, koneksi, hingga personil yang akan menggunakan tools shared service. Dari aspek-aspek yang dipertimbangkan, menghasilkan sistem-sistem operasional seperti Field Instruments, Operation Controller, Telecommunication, SCADA, dan Database Collecting.

"Lingkup Share Service Integrasi Data SIPGAS ada tiga, yaitu Pre Gas Delivery, Gas Delivery, dan Post Gas Delivery," kata Faris.

Pre Gas Delivery mencakup informasi data terkait kegiatan dan konfirmasi yang dilakukan melalui tools SIPGas, contohnya perencanaan penyaluran gas.

Gas Delivery mencakup Informasi Data realtime dari titik serah dan terima kemudian dikirimkan ke dalam SIPGas secara otomatis, contohnya operasi penyaluran gas dan pengelolaan gangguan. Terakhir, Post Gas Delivery mencakup informasi pelaporan dan validasi data yang dilakukan oleh Pertagas melalui perangkat yang tersedia dalam SIPGas.

Dashboard Nasional PGN dan Anak Usaha merangkup seluruh operasi bisnis Subholding Gas dari Upstream hingga Downstream. Anak Usaha yang terintegrasi dengan SIPGas yakni PGN LNG, PT Nusantara Regas, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), PT Pertamina Gas, PT Pertamina Gas Niaga, dan PT Kalimantan Jawa Gas (KJG).

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved