Breaking News:

Jenazah TKI Asal Asahan yang Dibunuh di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Jenazah Nasrul (28) seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia di Malaysia, diduga dibunuh oleh rekan kerjanya, tiba di rumah duka

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Rumah kakak korban dipadati pelayat yang ingin melihat jenazah Nasrul, TKI asal Asahan yang dibunuh oleh rekannya di Malaysia. 

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Jenazah Nasrul (28) seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia di Malaysia, diduga dibunuh oleh rekan kerjanya, tiba di rumah duka pada Jumat (22/1/2021) sore.

Kedatangan ambulans yang mengakut jenazah TKI asal Asahan ini menarik perhatian masyarakat.

Ratusan orang pun menyambut kedatangan ambulans yang membawa jasadnya.

Jasad Nasrul dibawa ke rumah kakak kandungnya yang berada di Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan.

Warga yang penasaran berbondong-bondong mendatangi rumah tersebut.

Seperti Budiman, warga sekitar yang mengaku sengaja datang untuk melihat jenazah Nasrul yang dikabarkan meninggal akibat dibunuh.

"Kemarin baca di Facebook, banyak keluar tentang si Nasrul ini. Karena dikabarkan dia dibunuh oleh rekannya," ujarnya.

Budiman mengaku tidak begitu kenal dengan korban.

Sebab, korban sudah cukup lama bekerja di Malaysia.

"Gak kenal kali. Karena dia udah lama di Malaysia. Kebetulan aja baca facebook itu. Rupanya orang sini," katanya.

Ditanyakan Tribun-Medan.com, mengenai kasus pembunuhan tersebut, ia menyebutkan bahwa Nasrul sebenarnya sudah memiliki seorang istri.

"Kemarin pulang, nikah dia. Ini anaknya udah ada satu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Nasrul ditemukan tidak bernyawa di Selangor, Malaysia.

Ia diduga dibunuh oleh rekannya sendiri.

Berdasarkan surat KBRI Nomor B-00065, disebutkan bahwa Nasrul yang memiliki Paspor RI Nomor B8064221, itu meninggal pada Sabtu(16/1/2021).

"WNI atas nama Nasrul, ditemukan tidak bernyawa pada 16 Januari 2021, diduga akibat tindak pidana pembunuhan," tulis surat tersebut.

Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa awal mula peristiwa tersebut karena korban membawa seorang wanita masuk ke dalam rumah yang disewa oleh korban bersama lima orang temannya.

"Pada hari terjadi peristiwa, korban membawa seorang wanita dan mendapat teguran dari pelaku," tulis surat KBRI itu.

Akibat tidak terima atas teguran tersebut, antara korban dan pelaku terjadi pertengkaran, dan pelaku menusuk paha korban.

"Akibat tusukan itu, korban lari dan kembali terjadi pertengkaran.

Kemudian polisi Malaysia menemukan korban dengan kondisi yang sudah terbujur lemas dan langsung dibawa ke rumah sakit Shah Alam, Selangor, Malaysia," tulis surat itu.

Usai mendapatkan pertolongan pertama, namun korban tidak dapat selamat.

Kemudian, dilakukan autopsi pada Selasa (18/1/2021), dan hasilnya ditemukan banyak bekas luka sayatan.

"Terdapat juga bekas tikaman yang berada di paha korban sehingga mengakibatkan dua pembuluh darah korban terputus," tulis surat itu menjelaskan kronologi kejadian.

(CR2/TRIBUN-MEDAN.COM)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved