Breaking News:

Kasus Rudapaksa Anak oleh 'Geng Rep', LPA Deliserdang: Sudah Tepat Diterapkan PP 70/2020

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang menyoroti kasus seorang siswi yang menjadi korban rudapaksa 'geng Rep'.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang menyoroti kasus seorang siswi yang menjadi korban rudapaksa 'geng Rep' yang terjadi di Deliserdang beberapa waktu lalu.

Ketua LPA Kabupaten Deliserdang, Junaidi Malik yang dihubungi Tribun-Medan.com pada Jumat (22/1/2021) melalui telepon genggam, menyebutkan bahwa pihaknya telah mendampingi korban dalam menuntut keadilan.

"Kabupaten Deliserdang yang merupakan kabupaten layak anak pertama kembali terjadu kejahatan pemerkosaan bergerombol. Ini merupakan potret buruk terhadap status kabupaten layak anak," ujarnya.

Lanjut Junaidi, LPA Kabupaten Deliserdang dalam hal ini menyoroti kasus kejahatan terhadap anak dan di sini perlunya komitmen yang kuat.

"Di mana anak-anak di Kabupaten Deliserdang, benar-benar merasa aman, nyaman dan dapat tumbuh berkembang mengembangkan minat dan bakatnya sesuai dengan kodratnya," ungkapnya.

Atas nama lembaga perlindungan anak, sambung Junaidi, mengutuk keras peristiwa ini dan meminta aparat penegak hukum baik dari kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan untuk menerapkan PP 70 tahun 2020 tentang hukuman kebiri melalui suntik kimia.

"Memang tidak bisa diterapkan ke seluruh pelaku lantaran masih adanya pelaku di bawah umur. Namun, PP tersebut bisa diterapkan ke pelaku yang sudah tidak anak-anak lagi," katanya seraya menambahkan dengan diterapkannya hukuman tersebut, akan memberikan efek jera dan memutus mata rantai kekerasan seksual terhadap anak.

Seperti yang diketahui, DH (16) yang merupakan korban rudapaksa dari tujuh orang, telah melahirkan anak.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, anak DH sendiri kini telah memasuki usia kurang lebih satu bulan.

Tidak hanya itu, DH sendiri telah memutuskan mengakhiri pendidikannya di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK).

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved