Sejumlah Pegawai PT Unilever Sei Mangkei Positif Covid-19, Warga Minta Lakukan Isolasi
Humas PT Unilever Kolonel Ganda Simanjuntak mengakui adanya pegawai yang positif Covid-19. Warga minta Satgas Covid-19 lakukan isolasi
TRIBUN-MEDAN.com,SIANTAR-Warga yang bermukim di sekitar PT Unilever, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun resah.
Pasalnya, ada sejumlah karyawan PT Unilever yang positif terpapar Covid-19.
Karena dianggap membahayakan, warga pun mendesak Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Simalungun mengisolasi para karyawan tersebut.
Baca juga: Jumlah Kematian Akibat Covid di AS Lampaui Perang Dunia II
"Kami minta sebaiknya untuk sementara selama 14 hari sesuai dengan protokol penanganan Covid-19,
seluruh karyawan dan pegawai vendor di PT Unilever KEK Sei Mangke diisiolasi mandiri dan dilakukan pemeriksaan kesehatan, untuk mencegah klaster baru di Kabupaten Simalungun," kata Sukiman, warga sekitar KEK Sei Mangke, Kamis (22/1/2021).
Sukiman menambahkan, kekhawatiran warga cukup beralasan lantaran karyawan PT Unilever banyak yang berasal dari luar daerah Simalungun, bahkan ada juga warga negara asing yang sangat berpotensi menularkan Covid-19.
Informasi yang diperoleh, dengan banyaknya karyawan yang dirawat karena positif Covid-19, setiap minggu para karyawan perusahaan dan karyawan vendor yang bekerja di PT Unilever KEK Sei Mangke diwajibkan menjalani test rapid antigen dan rapid test.
Baca juga: Wabah Virus Corona (Covid-19) Sebenarnya Tidak Akan Pernah Terjadi Jika China Lakukan Hal Ini. . . .
Humas PT Unilever, Kolonel Ganda Simanjuntak mengatakan, jumlah pegawai dan karyawan yang terpapar Covid-19 jumlahnya tidak sampai puluhan orang.
"Memang ada karyawan PT Unilever dan pegawai kontraktor yang positif Covid-19, namun jumlahnya tidak puluhan. Hanya beberapa orang, dan sudah dirawat, sudah sembuh dan telah bekerja seperti biasa," kata Ganda.
Dia mengatakan, karyawan dan pegawai yang sempat dinyatakan terpapar Covid-19 itu dirawat di RS Murni Teguh dan RS Siloam Medan.
Sementara pegawai vendor atau kontraktor ditempatkan di RS Batu 20, setelah sebelumnya dilakukan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas setempat.
"Seluruh biaya pegawai PT Unilever dan kontraktor yang dirawat karena Covid-19 ditanggung perusahaan, tidak dibebankan kepada kontraktor," sebut Ganda.
Baca juga: TEREKAM CCTV Oknum Polisi Mesum di Ruang Isolasi Covid, 2 Karyawan RS Tersangka, Ini Status Pelaku
Dia menambahkan, untuk tetap memastikan kesehatan karyawan PT Unilever sebanyak 246 karyawan perusahaan dan 579 karyawan kontraktor atau vendor, maka dilakukan pemeriksaan dengan test rapid antigen dan rapid test antibody setiap minggu.
Pelaksanaannya pun akan dilakukan hingga Maret 2021 yang biaya seluruhnya ditanggung oleh perusahaan (PT Unilever).
Tunggu Update Terbaru
Humas Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Simalungun Akmal H Siregar mengakui adanya karyawan dan pegawai PT Unilever poisitif Covid-19.
Namun dia menyanggah bahwa mereka yang positif akan menjadi klaster baru.
Baca juga: Viral Video Mesum Pasien Covid-19, Durasi 1 Menit 30 Detik, Terekam CCTV di Ranjang Ruang Isolasi
Sebab, kata Akmal, puluhan karyawan itu sudah melakukan pemeriksaan rapid test massal Selasa (19/1/2021) kemarin.
Ia meminta masyarakat tidak panik. Sebab baik Satuan Tugas dan perusahaan terus berkomunikasi untuk melaporkan perkembangan terkini dari karyawan yang dinyatakan reaktif Covid-19.
"Enggak ada klaster baru. Perusahaan cuma melakukan rapid test kepada puluhan karyawan, yang mana enam orang diketahui reaktif Covid-19 dan keenamnya selanjutnya dibawa ke Medan untuk swab test," kata Akmal.
Dia mengatakan, pihaknya belum mengetahui perkembangan terkini dari keenam karyawan tersebut, termasuk divisi mana tempat masing-masing dari mereka bekerja.
"Kita hanya menerima identitas berdasar tempat tinggal.
Nantinya bila terkonfirmasi positif, dan suratnya kita terima, tentunya akan kita arahkan untuk isolasi mandiri atau karantina di rumah sakit," ujar Akmal.(alj)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kantor-sei-mangke-sinmalungun.jpg)