Breaking News:

Curi Uang Ratusan Juta dan Cincin Emas, Satreskrim Polres Tanah Karo Tangkap Lima Pelaku

Kelima pelaku yang kini telah mendekam di sel Polres Tanah Karo ini mencuri uang ratusan juta dari rumah korbannya, di Desa Bunuraya.

TRIBUN MEDAN/HO
KASAT Reskrim Polres Tanah Karo AKP Adrian Risky Lubis (kanan) melakukan interogasi terhadap kelima pelaku pencurian di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Lima pelaku pencurian ditangkap personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanah Karo.

Informasi yang didapat, kelima pelaku yang kini telah mendekam di sel Polres Tanah Karo ini mencuri uang ratusan juta dari rumah korbannya, di Desa Bunuraya, Kecamatan Tigapanah.

Informasi yang didapat dari Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Adrian Risky Lubis, para pelaku melakukan aksi pencuriannya pada Rabu (20/1/2020) kemarin.

Dirinya mengatakan, atas laporan dari korban yaitu Junus Ginting pihaknya langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap para pelaku di hari yang sama.

DIkatakannya, pada saat pelaku melancarkan aksinya diketahui korban saat itu bersama istrinya sedang berada di perladangan. Namun, saat korban bersama istrinya kembali ke rumah mereka menemukan pintu rumahnya sudah rusak.

Kemudian, mendapati rumahnya mengalami pencurian keduanya langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Tanah Karo.

"Korban melaporkan peristiwa pencurian di rumahnya yang terjadi pada hari Rabu sekira pukul 11.00 WIB. Kemudian kita langsung lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan para pelaku dari lokasi berbeda," ujar Adrian, Minggu (24/1/2021).

Adrian menjelaskan, dari kelima pelaku ini diketahui berasal dari daerah yang berbeda seperti Lampung dan daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Adapun para pelaku yaitu Bragim Pehulisa Brahmana alias Ameng, warga Desa Bunuraya, Kecamatan Tigapanah. Kemudian, Misman yang merupakan warga Kabupaten Lampung Timur, selanjutnya Suprianto warga Jawa Timur. Selanjutnya, Pardi yang merupakan warga Lampung Timur, dan Egif Vieni Emeli warga Cianjur, Jawa Barat.

"Jadi pelaku ini berasal dari daerah yang berbeda, kalau empat pelaku dari luar Sumatera Utara ini masih berbeda-beda pengakuannya datang ke sini. Ada yang mengunjungi anaknya di Sidikalang, dan ada yang ikut menemani. Tapi kita terus lakukan pengembangan apakah mereka memang pemain lama," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved