Breaking News:

Jumlah Investor di Sumut Melonjak Selama 2020

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), di Sumatera Utara terdapat penambahan 35.244 SID atau Single Investor Identification sepanjang 2020.

thinkstockphotos
Ilustrasi investasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belakangan investasi di pasar modal Indonesia makin digemari. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), di Sumatera Utara terdapat penambahan 35.244 SID atau Single Investor Identification sepanjang 2020.

"Hingga Desember 2020 ada 85.267 SID di Sumut. Jumlahnya meningkat jika dibandingkan Desember 2019 masih 50.023 SID di Sumut," tutur Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumut, Muhammad Pintor Nasution, Minggu (24/1/2021).

Secara usia jumlah investor paling banyak di usia 18 hingga 25 tahun. Sedangkan berdasarkan gender, investor didominasi oleh pria. Secara pekerjaan, investor didominasi oleh pegawai swasta.

Dijelaskannya jenis investasi di BEI disebut investasi portofolio atau investasi dengan membeli instrumen efek yang tercatat di papan perdagangan BEI. Ada berbagai instrumen investasi yang bisa dibeli di BEI dan dapat dijual kembali di BEI ketika investor hendak merealisasikan keuntungan atau ketika membutuhkan dana tunai.

"Instrumen investasi yang ada di BEI termasuk kategori yang relatif likuid atau mudah dicairkan dana pokok investasinya, dibandingkan berinvestasi secara langsung. Sebab, jika investor memiliki sebidang tanah, misalnya, ketika membutuhkan dana tunai, menjual tanah tidak bisa dilakukan dalam waktu sehari dua hari atau perlu proses panjang untuk mencari pembeli dan mentransaksikannya," katanya.

Sementara, kalau memiliki produk investasi di pasar modal, maka investor bisa memperjualbelikannya setiap hari perdagangan yang berlangsung dari pagi hingga sore, pada hari bursa. Untuk melakukan transaksi jual dan beli, investor cukup membuka rekening efek di salah satu perusahaan sekuritas yang akan membantu investor dalam aktivitas transaksi.

Dari sisi sektor usahanya, perusahaan yang tercatat juga bervariasi. Investor bisa menganalisa dan mempelajari karakter dan kinerja perusahaan-perusahaan yang sahamnya hendak dibeli, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.Keuntungan berinvestasi saham adalah dari capital gain dan dividen.

"Capital gain diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham. Sementara itu, dividen dapat diperoleh setiap tahun, ketika Perusahaan Tercatat membukukan laba bersih, dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan memutuskan untuk membagi keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen kepada pemegang sahamnya," katanya.

Ia mengatakan harga saham memang tidak selalu mengalami kenaikan. Ada kalanya harga saham turun, disebabkan kinerja keuangan perusahaan yang memburuk atau menurun, atau disebabkan situasi ekonomi, dan persoalan pada industri yang digelutinya.

"Contohnya jika ada kebijakan yang mengganggu perkembangan perusahaan. Jika investor hendak mencairkan dana investasi, harga saham sedang turun di bawah harga beli saham, maka investor tersebut mengalami capital loss (kerugian)," katanya.

Dividen saham pun tidak selalu dibagikan karena bergantung pada keputusan RUPS.

"Jika mayoritas pemegang saham dalam RUPS memutuskan untuk menggunakan keuntungan perusahaan seluruhnya untuk ekspansi usaha, misalnya, bisa saja dividen tidak dibagikan," katanya.

Investor dapat meminimalisasi risiko dalam berinvestasi saham di pasar modal. Salah satunya adalah dengan melakukan investasi jangka panjang. Semakin panjang waktu berinvestasi, semakin besar potensi keuntungan. Jangka panjang di pasar saham, yaitu biasanya di atas lima tahun.

Cara lain untuk meminimalisir risiko adalah dengan melakukan diversifikasi, yaitu membeli lebih dari satu saham. Semakin bervariasi atau terdiversifikasi portofolio saham, maka potensi risiko lebih kecil, karena jika ada saham yang harganya turun, tetap bisa mendapatkan keuntungan dari saham lain yang harganya naik.

(sep/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved