Breaking News:

Meski Masih Pandemi, KONI Sumut Berharap PON Papua Tidak Ada Kendala

John berharap agar kondisi fisik atlet yang mendapat tiket di ajang PON Papua  tetap dalam kondisi prima.

Tribun-Medan.com/Chandra Simarmata
KETUA Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut berharap Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua bisa berjalan dan tidak ada kendala mengingat sekarang masih dalam masa pandemi.

"Kita berharap PON ini tidak ada kendala. Apalagi persiapan semua provinsi sudah maksimal. Tapi kemampuan daerah membiayai PON ini kan pasti ada yang terkendala," kata Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Sabtu (23/1/2021).

John mengatakan, selama pandemi mulai dari Maret 2020 silam, Pelatda PON hanya dilakukan di rumah dan itu bertujuan agar kondisi para atlet tetap terjaga.

"Jadi di mana kita menetapkan pelatih untuk memberikan program dan pemantauan secara daring. Itu dilakukan di setiap provinsi," ujar John Ismadi Lubis.

John berharap agar kondisi fisik atlet yang mendapat tiket di ajang PON Papua  tetap dalam kondisi prima.

"Dan sebenarnya latihan mandiri ini sangat tidak dianjurkan dalam menghadapi PON. Namun, apa boleh buat, ini masih dalam situasi pandemi," ungkapnya.

John mencontohkan, untuk cabang olahraga (cabor) lari jarak jauh, tentu mereka memerlukan fisik yang lebih kuat. Karena, sampai sekarang mereka tetap melihat kondisi. "Dan kita juga mengharapkan semua atlet yang mendapat tiket untuk menjaga kondisi saja dan tidak terpapar virus Covid-19," katanya.

Hal itu dikatakan John, mana tahu, tiba-tiba enam bulan ke depan Covid-19 sudah berakhir dan PON Papua tetap dilaksanakan, maka 198 atlet KONI Sumut yang mendapat tiket di ajang empat tahun sekali sudah siap.

"Memang, ini bukan terjadi kepada atlet kita saja. Melainkan juga atlet di provinsi lain. Maka dari itu, tetap kita harapkan kepada pelatih untuk benar-benar memberi materi latihan yang bisa menjaga kestabilan kondisi dari para atlet," pungkasnya.

Dirinya berharap dengan adanya vaksin Sinovac, para atlet yang mendapat tiket di ajang PON bisa juga diberikan vaksin kepada mereka.

"Cuma kan kita tidak tahu kapan. Terus kita juga harus melihat apa dampak dari vaksinasi yang diberikan kepada atlet. Itu juga harus kita pelajari terlebih dahulu," katanya.(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved