Pelatih Tarung Derajat Sumut Sebut Latihan Atlet Sudah Seimbang Antara Fisik dan Teknik
Jelang 9 bulan lagi perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, porsi latihan atlet tarung derajat sudah seimbang antara fisik dan teknik
Laporan wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang sembilan bulan lagi perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, porsi latihan atlet tarung derajat sudah seimbang antara fisik dan teknik.
Pelatih Tarung Derajat Sumut, Hizrah Saputra Harahap mengatakan fokus dirinya memberikan program latihan kepada atlet teknik sparing dan fisik.
"Kalau sekarang latihan teknik dan fisik sudah 50-50, enam kali di fisik dan lima kali di teknik. Terkadang bisa juga fisik 8 kali dan teknik tiga kali. Dan biasanya itu dilakukan saat hari libur," katanya, Minggu (24/1/2021).
Pria yang akrab disapa Putra ini menyatakan dirinya terus mengimbau kepada kedua atlet untuk terus menjaga kesehatan dan mengatur pola makan serta tidur. "Mengingat ini sudah 9 bulan lagi PON akan bergulir," ujarnya.
Mengenai target apa yang bakal dicapai saat PON Papua, Putra mengatakan target disetiap kejuaraan selalu emas. Meskipun terkadang melenceng tapi tarung derajat Sumut dua kali di PON mendapat medali perak, tiga kali PON mendapat medali perunggu.
"Kita targetkan emas karena memang belum pernah. Makanya kita upayakan kedua atlet kita ini bisa berprestasi dan membawa pulang medali emas saat PON Papua nanti," katanya.
Ia menyatakan rekor itulah yang akan dipecahkan oleh cabor tarung derajat saat PON Papua nantinya. "Untuk itu, segala daya dan upaya memang harus kita lakukan. Agar bisa pecahkan rekor target saat kejuaraan. Yakni membawa pulang medali emas," ujarnya.
Putra menyatakan kondisi fisik atlet untuk saat ini tengah naik dan hal itu terlihat saat ujicoba tes fisik yang dilakukan.
Putra menceritakan cabor tarung derajat sudah mengikuti beberapa kejuaraan dan perolehan medali. Seperti pada eksibisi tahun 2000 di Jawa Timur, Tarung Derajat Sumut membawa pulang satu medali perunggu.
PON 2004 di Sumatera Selatan bawa pulang satu medali perak dan dua medali perunggu. PON 2008 di Kalimantan Timur membawa pulang satu medali perunggu.
"PON 2012 di Riau membawa satu medali perak dan PON 2016 di Jabar membawa pulang dua medali perunggu," katanya.
(akb/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/atlet-tarung-derajat-saat-berlatih.jpg)