Breaking News:

Portal Penghalau Truk Masih Rusak, Dishub Karo Rencana Akan Pasang Portal Tambahan

Portal penghalau truk agar tidak masuk ke Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, kondisinya hingga saat ini masih terlihat belum ada perbaikan.

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Pengendara melintas di persimpangan Jalan Kapten Pala Bangun menuju ke Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Senin (25/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Portal penghalau truk agar tidak masuk ke Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, kondisinya hingga saat ini masih terlihat belum ada perbaikan. Terlihat, portal yang dipasang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karo ini rusak karena dihantam truk dengan muatan yang melebihi tinggi portal.

Saat ditanya mengenai kondisi portal yang masih rusak ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo Gelora Fajar Purba, mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mengerjakan perbaikan portal yang terbuat dari besi ini. Dirinya mengatakan, selain itu pihaknya juga masih mendesain bahan yang nantinya menjadi pengganti portal yang rusak itu.

"Iya itu masih kita kerjakan di bengkel, nanti juga bahannya mau kita bikin lagi yang lebih kuat, supaya enggak gampang rusak kalau tersangkut ke truk lagi," ujar Gelora, Senin (25/1/2021).

Gelora menjelaskan, pihaknya kemarin juga sudah bertemu dengan pengemudi truk yang menabrak portal tersebut. Dirinya mengatakan, saat itu pengemudi juga bersedia untuk bertanggung jawab dan turut mengganti portal yang ditabraknya.

"Kemarin juga sudah ketemu kita, sopirnya bersedia untuk mengganti. Sekarang masih kita kerjakan pembuatan portal yang baru," ucapnya.

Saat ditanya mengenai keseriusan pihak Dishub agar truk tidak kembali masuk dan menabrak Portal lagi, dirinya mengatakan pihaknya berencana akan memasang portal tambahan. Seperti diketahui, saat kemarin pemasangan Portal hanya ada di persimpangan Jalan Kapten Pala Bangun, truk masih dapat melintas dari Simpang Enam.

"Makanya nanti mau kita pasang portal satu lagi di Simpang Enam, supaya nanti dari sana pun truk sudah enggak bisa masuk. Karena selama ini, biarpun sudah dipasang rambu tanda sudah dipasang portal, sopir yang ngeyel tetap masuk," ungkapnya.

Amatan www.tribun-medan.com, hingga saat ini besi portal berwarna kuning dan putih ini tinggal satu yang masih berdiri tegak di persimpangan Jalan Selamat Ketaren dan Jalan Kapten Pala Bangun. Sementara tiang satu lagi, batang penyangga Portal sudah tampak tidak ada dan terlihat sisa batang portal bekas potongan.

Diketahui, pembangunan portal ini ditujukan agar truk-truk dengan muatan yang berlebih dan tonase agar tidak memasuki Jalan Selamat Ketaren mulai dari Simpang Enam hingga persimpangan Jalan Kapten Pala Bangun. Pasalnya, kondisi aspal di jalur tersebut terlihat banyak ditemukan titik yang rusak bahkan berlubang dan aspalnya ada yang tidak rata.

Dikatakan Gelora, jika nantinya truk masih tetap membandel dan cara ini belum dikatakan efektif maka pihaknya akan menyarankan kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karo, untuk pengerjaan ruas jalan tersebut diserahkan ke provinsi. Agar nantinya struktur jalan dapat lebih kuat sehingga aman untuk dilintasi truk dengan tonese yang cukup berat.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved