TRIBUN-MEDAN-WIKI: Hinasumba Makanan Syukuran Khas Simalungun

Hinasumba merupakan makanan khas Simalungun yang disediakan ketika mengadakan syukuran keluarga.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Hinasumba khas Simalungun 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Berbagai makanan tradisional Indonesia, tentunya memiliki sejarahnya masing-masing. Satu di antaranya, makanan tradisional khas Simalungun, yakni Hinasumba.

Seorang masyarakat Simalungun, Sandi Damanik, mengatakan Hinasumba merupakan makanan khas Simalungun yang disediakan ketika mengadakan syukuran keluarga. Seperti, acara pernikahan dan acara syukuran lainnya.

"Tetapi, kadang-kadang makanan Hinasumba ini bisa jadi untuk makanan sehari-hari. Nah, makanan ini sudah ada di masa nenek moyang kami," ujarnya, Senin (25/1/2021).

Lanjutnya, makanan ini juga tak hanya bagi umat Nasrani saja. Kalau umat Muslim membuat Hinasumba biasanya memakai daging ayam. Sementara, untuk umat nasrani biasanya menggunakan daging babi.

Dilansir dari artikel Kemendikbud, Hinasumba sejenis makanan berupa daging ayam atau daging babi.

Hinasumba ini sering juga digunakan untuk upacara adat seperti perkawinan dan acara syukuran lainnya.

Dikutip dari website Budaya Indonesia, Hinasumba ini merupakan makanan yang hanya bisa ditemukan dalam adat Simalungun, yang artinya makanan ini lain daripada yang lain.

Makanan daging ini memiliki resep khas yakni "sikam".

Sikam merupakan daging dari sebuah kayu yang dapat melezatkan makanan.

Daging dari kayu ini dikikis lalu diperas, air perasan inilah yang akan dicampurkan dengan daging yang dimasak setengah matang.

Dagingnya akan dicincang hingga halus. Untuk menambah cita rasa, dipakai air perasan sikam ditambah darah hewan seperti darah ayam.

Saat ini, sudah banyak orang Simalungun yang tidak mau lagi mengonsumsi Hinasumba dengan alasan membuat penyakit.

Karena daging yang digunakan setengah matang, banyak orang yang mengatakan Hinasumba mengandung banyak bakteri.

Masyarakat Simalungun lainnya, Lina Siregar, mengatakan bahan rempah-rempah untuk mengolah makanan ini sulit sekali didapatkan.

"Ya salah satu bahannya yang agak sulit itu sikam. Itu sejenis pohon yang sulit sekali ditemukan saat ini. Lalu, tak semua orang bisa memasak makanan ini dengan lezat. Hanya orang tertentu saja yang bisa," tuturnya.

Jadi, sangat diperlukan keahlian untuk mengolah dan membuat Hinasumba ini.

(cr22/Tribun-Medan.com)

Sumber tambahan:

- Artikel terkait Warisan Budaya Takbenda Indonesia tentang Hinasumba khas Simalungun.
- Artikel Budaya-indonesia.org

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved