Breaking News:

Keluarga Ngasil Tarigan Tak Terima Keterangan Polisi, Sang Anak Beber Sejumlah Kejanggalan

Keluarga korban pembunuhan Ngasil Tarigan (67) tak terima pernyataan polisi terkait penyebab kematian ayahnya saat konferensi pers pada Senin kemarin

TRIBUN MEDAN / HO
Keluarga Ngasil Tarigan (67) korban pembunuhan yang dilakukan ESS alias Jaya Sembiring (40) saat mendatangi Polresta Deliserdang, Senin (25/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keluarga korban pembunuhan Ngasil Tarigan (67) tak terima pernyataan polisi terkait penyebab kematian ayahnya saat konferensi pers pada Senin (25/1/2021) kemarin di Mapolresta Deliserdang.

Sebelumnya Polresta Deliserdang telah menangkap pelaku pembunuh Ngasil yaitu keponakannya sendiri, ESS alias Jaya Sembiring (40).

Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto P Sirait memaparkan kasus pembunuhan Ngasil Tarigan (67) yang dilakukan keponakannya sendiri,  ESS alias Jaya Sembiring (40) di Mapolresta Deliserdang, Senin (25/1/2021).
Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto P Sirait memaparkan kasus pembunuhan Ngasil Tarigan (67) yang dilakukan keponakannya sendiri, ESS alias Jaya Sembiring (40) di Mapolresta Deliserdang, Senin (25/1/2021). (TRIBUN MEDAN / HO)

Anak korban, Edi Suranta Tarigan (32) warga Dusun III Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Deliserdang ini menilai bahwa polisi mengesampingkan fakta tentang kematian orangtuanya.

Menurut Edi, ayahnya dibunuh dengan adanya rencana terlebih dahulu.

Ia menyebutkan pelaku seharusnya diganjar dengan Pasal 340 KUHP melihat dari alur kejadian hingga ayahnya meninggal dibakar.

"Keterangan saksi-saksi yang sebelumnya diambil berarti diabaikan mereka (polisi). Masa mereka hanya menentukan hukumannya pasal 351 sama 338, tuntutan hukum 10-15 tahun kurungan. Seharusnya kalau kita mengikuti alur dari awal harusnya (pasal) 340 KUHP pembunuhan berencana," tuturnya kepada tribunmedan.id, Selasa (26/1/2021).

Hal lain yang membuat Edi jengah karena penyidik menyebutkan pelaku tidak menggunakan benda tajam, melainkan menggunakan batu.

Padahal faktanya ayahnya meninggal dengan luka benda tajam di sekujur tubuhnya yaitu di tangan kirinya yang nyaris putus dan kepalanya yang terkena sabetan benda tajam.

"Semalam saya bertanya ke penyidik, si tersangka bilangnya tidak ada melakukan pembunuhan pakai senjata tajam, dia hanya menggunakan batu.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved