Status Pelantikan Muryanto Amin

Gubernur Edy Rahmayadi Pastikan Muryanto Amin Dilantik Sebagai Rektor USU

Terlebih Kemendikbud telah menegaskan bahwa tidak mengenal self plagiarisme, seperti yang dituduhkan kepada Muryanto Amin.

Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat diwawancarai sejumlah media pada Senin (18/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi sebagai salah satu Majelis Wali Amanat (MWA) memastikan bahwa Muryanto Amin selaku Rektor Terpilih Universitas Sumatera Utara (USU) akan dilantik pada Kamis (28/1/2021).

Hal itu disampaikan Edy usai mengikuti rapat virtual dari Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan.

Menurut Edy, kepastian Muryanto Amin dilantik itu sesuai dengan keputusan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud).

Sebagai pimpinan tertinggi di bidang pendidikan dan juga salah satu anggota MWA USU, keputusan Kemendikbud harus ditindaklanjuti.

Terlebih Kemendikbud telah menegaskan bahwa tidak mengenal self plagiarisme, seperti yang dituduhkan kepada Muryanto Amin.

"Sekarang sudah diputuskan, besok (Kamis) dilantik jam 2. Kita harus loyal. Negara ini harus tunduk dan taat kepada yang memimpin. Siapa yang memimpin? posisinya di Kemendikbud," jelas Edy, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Rabu (27/1/2021).

Terkait adanya Surat Keputusan (SK) soal kasus plagiarisme yang telah ditetapkan Rektor USU, Runtung Sitepu beberapa waktu lalu, Edy menyebutkan SK itu harus dianulir agar pelantikan bisa berjalan. 

Namun dirinya mengaku tak memiliki wewenang mengenai hal itu. Terkait pencabutan SK yang dikeluarkan Runtung, sepengetahuannya masih dalam tahapan proses.

"Untuk dia (Muryanto) dilantik, harus ada surat penghentian bahwa surat rektor itu dicabut. Kalau itu tak dicabut, itu kan tidak bisa. Itu dalam proses sampai besok. Tapi itu urusan yang berwenang lah," ucap Edy.

Edy berharap konflik yang terjadi di USU pascapemilihan rektor pada Desember 2020 lalu dapat segera selesai.

USU salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Sumut dapat berperan menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing, sehingga bisa ikut berperan memajukan Sumut.

Apalagi pensiunan TNI Jenderal Bintang Tiga itu mengaku tak memiliki kepentingan apapun terkait kisruh yang terjadi di USU. Bahkan ia memastikan tidak berpihak kepada pihak manapun dalam konflik tersebut.

"Saya berharap konflik ini selesai. Namun demikian apabila ada pendapat-pendapat lain, secara negara kita adalah negara demokrasi. Lakukan secara arif dan bijaksana. Tidak merusak dan tidak mengganggu tujuan USU itu. Sama-sama kita kembali kan tugas USU yaitu tempat proses belajar mengajar, menjadikan sumber daya manusia yang berguna. Sumber daya yang bermanfaat bagi nusa dan negara tekhusus Sumut," tegas mantan Pangkostrad itu.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved