Kesan Menteri Ida Fauziyah Ketika Bertemu Pengerajin Ulos di Samosir

Bersama Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Menteri Ida Fauziyah melihat dari dekat bagaimana proses pembuatan ulos di desa tersebut.

Penulis: Maurits Pardosi |
MAURITS PARDOSI/TRIBUN MEDAN
Menteri Ida Fauziyah sambangi penenun yang tengah membereskan benang. Ia melihat seorang anak yang tengah merapikan benang.  

TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sambangi Desa Hutaraja, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Toba guna melihat proses bertenun masyarakat sekitar. 

Bersama Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Menteri Ida Fauziyah melihat dari dekat bagaimana proses pembuatan ulos di desa tersebut.

Ia juga menuturkan bagaimana kerja sama yang telah dibangun dengan Tenun Toba untuk meningkatkan hasil produksi tenunan ulos. 

"Kemarin kita, menandatangani kerja sama antara Toba Tenun dengan Kementerian Ketenagakerjaan
dalam hal ini Ditjen Binapenta. Kami ingin memastikan, pertama para pengrajin ulos di desa ini mendapatkan peningkatan kompetensi," ujar Menteri Ida Fauziyah pada Jumat (29/1/2021).

Dengan tegas, ia menyampaikan bahwa tenunan ulos mesti dipertahankan, sebagai warisan budaya dan sekaligus produksi kerajinan tangan masyarakat sekitar bagi para pengunjung. 

"Saya kira, ulos ini harus dipertahankan. Saya juga perhatikan, juga regenerasi penenun ulos ini ada. Anak-anak muda banyak juga yang mau tertarik untuk meneruskan ini," sambungnya. 

Dalam kunjungan ke desa tersebut, terlihat Menteri Ida Fauziyah antusias melihat para penenun yang tengah beraktivitas mulai dari menyusun benang hingga menenun menjadi sebuah ulos utuh. 

Guna melihat perkembangan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah. 

"Kami juga akan memberikan pendampingan. Ini sekali lagi harus kerja sama dengan Toba Tenun bersama kepala daerah. Kepala desanya juga keren. Apa yang bisa kami buat dari ketenagakerjaan dan tugas kami untuk meningkatkan kompetensi," sambungnya. 

Ia juga menyinggung peranan Balai Latihan Kerja sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menghasilkan kerajinan tangan tersebut. 

"Kemudian yang kedua, melalui balai-balai latihan kerja akan mendapatkan kompetensi. Setelah mendapatkan kompetensi, mereka biasanya ke pasar kerja, dan atau mereka menjadi wirausaha," sambungnya. 

Ida Fauziyah juga menyampaikan bahwa ulos merupakan bagian dari warisan budaya yang harus mendapatkan tempat strategis untuk dikembangkan. 

"Kementerian Ketenagakerjaan datang ke sini dan memastikan dan melihat bahwa masyarakat di sini mempertahankan ulos, sebagai kerajinan tangan masyarakat," ungkapnya. 

"Nanti, kami akan diskusikan apa yang menjadi pekerjaan kami dari Kementerian Ketenagakerjaan. Biasanya, kami melakukan pendampingan, akses modal, kemudian akses pasarnya," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved