Breaking News:

Penusukan Elvis Pangaribuan di Laguboti Dilakukan Ayah dan Anak, Motifnya Sentimen Pribadi

Dalam aksi penusukannaya, pelaku dibantu anaknya sendiri yang bernama Frans Nando Pangaribuan usia 23 tahun.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
Tersangka penganiayaan ditangkap petugas Polsek Laguboti. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Baginda Pangaribuan (51) dan Frans Nando Pangaribuan (23) diduga menjadi penganiaya Elvis Pangaribuan (45), warga Desa Garibu Kecamatan Laguboti. Ibuo korban, Loina Napitupulu saat dihubungi Tribun-Medan.com Sabtu (30/1/2021), mengatakan, Elvis anaknya kini tengah sekarat di Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan.

Kanit Reskrim Polsek Laguboti Iptu Tagor Panjaitan saat dikonfirmasi mengatakan, penganiayaan itu akibat dendam membara. Pelakunya adalah ayah dan anak yang merupakan saudara semarga dengan korban. 

Pembantaian itu terjadi di depan kafe di desa Gasaribu Kecamatan Laguboti kabupaten Toba. Kejadian ini bermula akibat sentimen pribadi antara kedua belah pihak.

Awal kejadian tersebut adalah korban  datang ke rumah pelaku Baginda Pangaribuan usia 51 tahun pada hari Jumat malam tanggal 29 Januari 2021 sekitar pukul 19.00 WIB. 

Tiba di rumah pelaku, korban cekcok dengan istri pelaku. Korban langsung menampar istri pelaku, dan istri pelaku menangkis tamparan korban.

Lalu pada pukul 22.00 WIB, istri pelaku menceritakan hal pahit yang  dialaminya kepada suaminya. Geram mendengar istrinya ditampar, pelaku langsung mencari korban untuk menanyakan kejadian tersebut.

Pelaku langsung menjumpai korban di depan salah satu kafe di desa Gasaribu yang tidak jauh dari rumah mereka. Antara korban dan pelaku pun cekcok di depan kafe tersebut.

Kemudian pelaku langsung pergi ke rumahnya untuk mengambil sebuah pisau dapur. Pada pukul 22.30 WIB pelaku langsung menghujamkan pisau kepada tubuh korban dengan enam kali tusukan.

Dalam aksi penusukannaya, pelaku dibantu anaknya sendiri yang bernama Frans Nando Pangaribuan usia 23 tahun. Sesudah pelaku menusuk korban, kedua pelaku langsung meninggalkan korban di lokasi kejadian.

Pelaku membuang alat bukti tersebut ke parit yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Beberapa menit kemudian personel Polsek Laguboti langsung melakukan olah TKP dan sekaligus menangkap pelaku Baginda Pangaribuan. Lalu, keesokan harinya 30 Januari 2021 pukul 12.00, Polsek Laguboti yang dibantu Satreskrim Polres melakukan penangkapan terhadap anak pelaku Frans Nando Pangaribuan. 

Kedua tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan Polsek Laguboti.  Kedua tersangka di tetapkan pasal 351 ayat 2 tentang kasus penganiyaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(jun/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved