Breaking News:

Atlet Sepatu Roda Sumut Latihan di Taman Cadika, Fokus Latihan Teknik dan Fisik

Sekarang fokusnya ada dua, yakni latihan teknik dan latihan fisik. Tujuannya untuk memperkuat kedua latihan tersebut.

TRIBUN MEDAN / HO
FARRAHANY Diva Az Zahra, atlet sepatu roda (kiri) saat latihan di Taman Cadika 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Atlet sepatu roda yang mendapat tiket diajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, Farrahany Diva Az Zahra mengtakan, sebagagai bagian dari persiapan menuju PON, dirinya sudah aktif berlatih di Taman Cadika.

"Sudah latihan sejak ada pengumuman adaptasi kebiasaan baru (AKB) dari pemerintah," katanya, Senin (1/2/2021).

Perempuan yang akrab disapa Diva ini mengatakan, pihaknya sudah agak senang karena latihan di Taman Cadika. Diakuinya, selama latihan di rumah, dirinya merasa bosan juga. "Tapi sekarang sudah latihan di Cadika," ujarnya.

Diva mengatakan, saat ini, pihaknya tengah fokus untuk memperbaiki teknik dalam sepatu roda. Mengingat saat latihan di Lapangan Cadika, dirinya bisa langsung mengaplikasikan teknik tersebut.

"Sekarang fokusnya ada dua, yakni latihan teknik dan latihan fisik. Tujuannya untuk memperkuat kedua latihan tersebut," katanya.

Mengenai latihan teknik apa yang tengah ia fokuskan, Diva menyatakan teknik perpindahan badan, inside, outside dan push.

"Ke semua teknik itu tengah difokuskan mengingat pelaksanaan PON tinggal beberapa bulan lagi," ujarnya.

Diva Az Zahra mengatakan, di PON nanti, dirinya memiliki tiga lawan yang harus ia antisipasi.

Ketiga lawan tersebut kata Diva karena memiliki pengalaman yang lebih ketimbang dirinya. 

"Mereka berasal dari Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Jawa Timur. Kalau ketiganya bisa saya hadapi, sudah pasti saya bisa berprestasi dan membawa pulang medali emas," katanya.

Mereka bertiga, kata Diva, merupakan lawan yang sangat sulit untuk dikalahkan, apalagi diajang bergengsi seperti PON.

"Pastinya, mereka juga tengah mempersiapkan diri. Maka dari itu, saya juga tidak mau kalah dari mereka. Baik dari segi apapun, termasuk latihan pada pelatda PON ini," ujarnya.

Dikatakannya, dirinya akan terus meminta kepada pelatih untuk menilai setiap gerakannya dalam latihan, baik fisik maupun teknik. 

"Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Posisi kerja keras di sini adalah latihan yang di dalamnya mempersiapkan diri menjadi lebih baik dan agar bisa berprestasi saat PON nanti," katanya.(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved