Breaking News:

Nekat Antar 988 Gram Sabu dari Aceh ke Medan, Abdullah Diadili di PN Medan

Nekat jadi kurir sabu Aceh-Medan, Abdullah Alias Dulah warga Dusun Puncong Desa Cot Siren Kabupaten Bireuen Aceh ini, jadi pesakitan di PN Medan

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan saat membacakan dakwaan di ruang cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (2/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nekat jadi kurir sabu Aceh-Medan, Abdullah Alias Dulah warga Dusun Puncong Desa Cot Siren Kabupaten Bireuen Aceh ini, jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (2/2/2021).

Dalam sidang perdana dengan agenda dakwaan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan menuturkan perkara yang menjerat lelaki 25 tahun itu bermula pada Selasa 11 Agustus 2020 lalu, saat terdakwa bertemu dengan Dek Gam (dalam lidik) yang menawarkannya pekerjaan untuk membawa narkotika jenis sabu dari Aceh menuju Medan.

Saat itu terdakwa tidak langsung menerima tawaran dari Dek Gam tersebut.

Selanjutnya pada Rabu 12 Agustus 2020, terdakwa bertemu dengan Dek Gam untuk meminta uang tunai sebesar Rp 200 ribu, yang pernah Dek Gam pinjam dari terdakwa. Namun, Dek Gam mengaku belum dapat mengembalikan uang yang dipinjamnya.

"Dek Gam kembali menawarkan pekerjaan untuk menjadi perantara jual beli sabu tersebut,. Dan, terdakwa bersedia menerima tawaran Dek Gam tersebut," kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Denny Lumbantobing.

Selanjutnya, Dek Gam pun memberi HP kepada terdakwa, dan menyuruhnya untuk memasukkan nomor handphone Dek Gam dan Bang Din ke ponsel pemberiannya.

Kemudian Armiya Alias Bg My, menghubungi terdakwa dan menanyakan kembali tentang tawaran Dek Gam untuk membawa narkotika jenis sabu dari Aceh menuju Medan, lalu terdakwa jawab bersedia.

"Kemudian Dek Gam dan Bang Din menyerahkan 1 potong celana jean warna hitam biru pudar, yang digunakan untuk membungkus 1 bungkus plastik transparan ukuran besar diduga berisi narkotika jenis sabu seberat 494,3 gram kepada terdakwa," ungkap JPU

Selanjutnya, kata JPU terdakwa bersama dengan saksi Azmir Alias Mir, diantarkan oleh Bang Din dan Dek Gam, menuju Jalan Lintas Medan-Banda Aceh dengan maksud untuk menumpang angkutan umum menuju Medan sambil membawa narkotika jenis sabu tersebut.

Kemudian pada 13 Agustus 2020, mobil terdakwa dan Azmir tiba di Kabupaten Langkat, lalu terdakwa dihubungi oleh Armiya dan menyuruh terdakwa untuk menginap di sebuah penginapan.

"Pada saat terdakwa bersama dengan Azmir sedang menunggu becak motor, lalu saksi Rudi Sibarani, saksi Andrian Eka Syahputra dan saksi Reza Multi Fahrozi (ketiganya anggota polisi Ditresanarkoba Polda Sumut) langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan melakukan pemeriksana terhadap badan, pakaian dan barang bawaan terdakwa," kata JPU.

Para petugas kepolisian pun menemukan dan menyita barang bukti dari terdakwa berupa 2 bungkus plastis berisikan narkotika jenis shabu yang dibungkus dengan 2 potong celana jeans, yang setelah ditimbang seberat brutto 1.001,8 atau netto 988,6 gram.

"Adapun terdakwa dan Azmir dijanjikan akan diberikan upah masing-masing sebesar Rp 15 juta dan Azmir sudah menerima upah sebesar Rp 5 juta, sedangkan terdakwa sudah menerima upah sebesar Rp 1 juta, sedangkan sisanya akan terdakwa terima apabila terdakwa dan Azmir berhasil menyerahkan narkotika jenis sabu tersebut kepada penerimanya," pungkas JPU.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved