Breaking News:

Presiden Jokowi Minta PPKM Dievaluasi, Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Rakyat Belum Mau Ikuti Aturan

Presiden RI, Joko Widodo meminta dilakukan evaluasi terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena dinilai tidak efektif

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
GUBERNUR Sumut, Edy Rahmayadi yang diwawancarai di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, usai Salat Zuhur berjamaah pada Selasa (2/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Presiden RI, Joko Widodo meminta dilakukan evaluasi terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena dinilai tidak lagi efektif menekan penyebaran covid-19 di sejumlah daerah.

Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi pun mengakui pelaksanaan PPKM di Sumut juga masih lemah, yang berakibat semakin bertambahnya kasus covid-19.

Menurut Edy, hal itu terjadi lantaran masyarakat masih belum mau disiplin mematuhi Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/1/INST/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Sumut.

"Kenapa masih lemah, karena rakyat belum mau mengikuti aturan," ujar Edy, Selasa (2/2/2021).

Padahal, sambung Edy, meski pandemi covid-19 sudah melanda Indonesia, khususnya Sumut dalam setahun ini, bahkan petugas Satgas Covid-19 telah berulang kali menggelar razia. Tetapi tidak membuat masyarakat Sumut berubah menjadi disipilin, malahan terkesan sepele.

Masyarakat masih tetap berkegiatan pada malam hari dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Di samping itu, pelaku usaha masih juga membuka usahanya melewati pukul 21.00 WIB.

Ia menilai, seharusnya pencegahan penularan mata rantai covid-19 bisa dilakukan apabila seluruh stakeholder termasuk masyarakat bisa saling bekerja sama.

"Kita sudah satu tahun melakukkan ini. Tiap malam lakukan sweeping, melakukan pendisiplinan kepada masyarakat, melakukan pendisiplinan kepada pengusaha malam. Tapi pelaksanaannya masih kucing-kucingan. Harusnya sama-sama bergandeng tangan," ungkapnya.

Karena masyarakat belum juga disiplin dan angka kasus penularan masih meningkat, maka Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/1/INST/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 yang seyogianya berlangsung 14-31 Januari 2021, kembali diperpanjang sampai batas wakti yang tidak ditentukan.

"Tugas kita sekarang ini lakukan pendisiplinan sehingga penyebaran covid-19 bisa kita atasi. Kalau belum selesai, saya perpanjang terus sampai selesai," tegasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved