Breaking News:

Residivis kembali Jual Sabu, Polisi Labuhanbatu Tangkap Perempuan 45 Tahun di Kediamannya

Dalam pengakuannya, DSD mendapat narkotika tersebut dari seorang yang berinisial PTN pada Minggu (31/1/2021) kemarin.

TRIBUN MEDAN/HO
TERSANGKA saat diperiksa petugas kepolisian di Polres Labuhanbatu, Senin (1/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, LABUHANBATU - Petugas Polres Labuhanbatu menangkap seorang perempuan  yang kembali mengedarkan narkotika jenis sabu.

Perempuan berusia 45 tahun yang berinisial DSD, ini tak berkutik ketika ditangkap saat menjual sabu kepada petugas yang tengah melakukan penyamaran.

DSD yang merupakan warga Jalan Bulu Soma, Dusun Terang Bulan, Kecamatan Aek Batas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, ditangkap petugas di kediamannya pada Minggu (31/1/2021).

Penyamaran petugas pun berbuah hasil, setelah pelaku menyerahkan barang terlarang berupa satu plastik klip berisi narkotika seharga Rp 100 ribu kepada anggota kepolisian yang menyaru sebagai pembeli.

DSD pun tak berkutik ketika ditangkap petugas.

Tak sampai disitu, petugas kemudian melakukan penggeledahan di dalam rumahnya dan menemukan barang bukti sebanyak lima bungkus plastik kecil dari tangan pelaku seberat 0,56 gram.   

Dalam pengakuannya, DSD mendapat narkotika tersebut dari seorang yang berinisial PTN pada Minggu (31/1/2021) kemarin.

Petugas yang melakukan pengembangan, tidak berhasil menemukan PTN.

Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP Murniati menjelaskan, keberhasilan penangkapan bandar narkoba kambuhan berinisial DSD alias Dewi berkat informasi masyarakat sekitar rumah pelaku yang sudah resah dengan narkotika tersebut.

"Menindaklanjuti informasi itu, petugas kami kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti," ujarnya, Senin (1/2/2021).

Dikatakannya, tersangka sendiri merupakan seorang mantan narapidana.

"Dari hasil interogasi, pelaku ini sudah pernah berurusan dengan hukum dalam hal yang sama (residivis) yang baru selesai menjalani hukuman bulan april 2020 setelah di vonis 1,5 tahun. Dalam pengakuannya, ia terpaksa kembali menjual narkotika karena desakan ekonomi," katanya.

Tehadap tersangka DSD dipersangkakan pasal 114 ayat subs 112 ayat undang-undang No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara.(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved