Breaking News:

BABAK BARU Laka Beruntun di Simalungun, Korban Minta Direktur TPL Ikut Dijadikan Tersangka

Korban kecelakaan beruntun truk Fuso di Jalan Asahan KM IV, Nagori Dolok Marlawan, hingga kini belum mendapat kepastian terkait santunan ganti rugi.

Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Rustam Hamonangan Tambunan (kiri) dan Yunus Sitompul (tengah) menunjukkan laporannya ke Polda Sumut terkait gelar perkara kasus kecelakaan beruntun, Rabu (3/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Korban kecelakaan beruntun truk Fuso di Jalan Asahan KM IV, Nagori Dolok Marlawan, Kabupaten Simalungun, Kamis (19/11/2020) lalu, hingga kini belum mendapat kepastian terkait santunan ganti rugi.

Mereka pun meminta pihak-pihak di belakang truk maut itu untuk ikut bertanggung jawab.

Pascasidang beragendakan keterangan saksi via telekonferens di Kejaksaan Negeri Simalungun, Rabu (3/2/2021) siang, korban Yunus Sitompul melalui pengacaranya, Rustam Hamonangan Tambunan SH angkat bicara.

Menurut Rustam, terdakwa sopir truk Fuso, Suratman adalah sebagian dari korban dalam peristiwa nahas tersebut.

"Di mana tersangkanya hanya seorang sopir. Sejak awal kami tetap berkomitmen, melihat bahwa penyidikan terlalu lambat. Kemudian fakta di lapangan bahwa barang bukti daripada bubur kertas yang mengakibatkan overtonase itu sekitar 40 ton sudah tidak ada di TKP," ujarnya.

Pensiunan TNI AD Hotdiman Sidabutar Bawa 3 Cucunya Naik Motor, Semua Tewas dalam Kecelakaan 

Pelayat Histeris saat Ruliana Br Gultom Angkat Teman Viona, Amsal dan Gibran Menjadi Anak Angkat

Sopir Fuso Suratman Minta Maaf Kepada Keluarga Korban Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Simalungun

Rustam yakin, seharusnya jaksa tak langsung menyatakan berkas perkara kecelakaan ini lengkap atau P-21 untuk disidangkan.

Jaksa harus melihat juga faktor-faktor lain di belakang peristiwa yang merenggut lima korban jiwa itu.

"Mestinya P-21 dari jaksa tidak boleh. Takutnya dikondisikan hanya Pasal 310, atau hanya sopir aja. Namun unsur kesengajaan dalam Pasal 311 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) itu dihilangkan dalam berkas," ujar Rustam.

Rustam menyebut ada sejumlah perusahaan, yakni PT Toba Pulp Lestari (TPL), PT CSM dan CV Sukses Sejahtera, yang menaungi perjalanan truk Fuso pengangkut bubur kertas dari Porsea, Kabupaten Toba tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved