Dinkes Karo Distribusikan 1689 Vial Vaksin Sinovac Bagi Tenaga Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes, untuk hari ini ada sebanyak 1689 vial vaksin yang akan didistribusikan.
Penulis: Muhammad Nasrul |
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo, mulai melakukan pendistribusian vaksin produksi Sinovac ke Tenaga Kesehatan (Nakes) di seluruh Puskesmas dan beberapa rumah sakit yang ada di Kabupaten Karo, Rabu (3/2/2021).
Vaksin ini disalurkan ke 19 Puskesmas, RSU Kabanjahe, dan tiga rumah sakit lainnya.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes, untuk hari ini ada sebanyak 1689 vial vaksin yang akan didistribusikan kepada Nakes.
Dirinya mengatakan, untuk Nakes sendiri akan dilakukan proses penyuntikan vaksin pada Jumat (5/2/2021) mendatang.
"Hari ini kita melakukan pendistribusian ke Puskesmas di seluruh kecamatan. Besok rencananya akan kita lakukan launching dengan memberikan penyuntikan vaksin kepada Forkopimda. Kemudian, dilanjutkan untuk Nakes akan diberikan vaksin pada Jumat," ujar Irna, saat ditemui di gudang medis Dinkes Kabupaten Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe.
Amatan www.tribun-medan.com, petugas dari seluruh Puskesmas bergantian datang ke gudang medis milik Dinkes Karo secara bergantian dengan dikawal personel Polres Tanah Karo dan Kodim 0205/TK.
Setelah menyelesaikan proses administrasi pendataan calon penerima, kemudian petugas Puskesmas langsung membawa vaksin yang telah disimpan di dalam alat khusus ini ke daerah kerjanya masing-masing.
Irna mengatakan, dari 1689 vial yang didistribusikan untuk penyuntikan tahap awal ini nantinya dapat berubah kebutuhannya. Dirinya menjelaskan, hal ini dikarenakan bagi setiap calon penerima vaksin harus sudah masuk ke dalam data yang langsung terhubung ke pusat.
"Ini untuk suntikan pertama, tapi bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan hasil screening di lapangan. Ini juga sudah termasuk kita bagikan kepada tenaga medis di RSU Kabanjahe, RS Efarina, RS Amanda, dan RS Kusta," ungkapnya.
Wanita yang mengenakan baju putih ini menjelaskan, bagi calon penerima vaksin terima Nakes yang belum terdaftar di sistem namun lolos screening maka datanya akan langsung dimasukkan dan langsung diberikan vaksin.
Namun, bagi calon penerima yang sudah terdaftar di sistem tapi tidak lolos screening karena beberapa hal akan menunggu tahap selanjutnya setelah ia lolos screening kesehatan.
"Jadi semua yang diberikan vaksin ini, harus lolos screening kesehatan dan harus terdaftar di sistem. Tapi untuk tahap pertama ini, memang dikhususkan terlebih dahulu untuk Forkopimda dan Nakes," ungkapnya.
Dirinya berharap, dengan adanya vaksin ini dapat membawa angin segar bagi Kabupaten Karo khususnya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petugas-dari-salah-satu-puskesmas-di-kabupaten-karo.jpg)