Update Covid19 Sumut 3 Februari 2021

Gubernur Edy Bantah Ada Nakes Tolak Divaksin, Sebut Hanya Masalah Tak Kecocokan Waktu

Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi menepis kabar adanya sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Sumut yang menolak untuk disuntik Vaksin Sinovac.

TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
GUBERNUR Sumut, Edy Rahmayadi yang diwawancarai di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, usai Salat Zuhur berjamaah pada Selasa (2/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi menepis kabar adanya sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Sumut yang menolak untuk disuntik Vaksin Sinovac.

Edy hanya mengatakan bahwa dari 72.541 orang jumlah nakes di Sumut, 40 persen di antaranya telah menjalani vaksinasi.

Sedangkan sisanya 60 persen masih menunggu jadwal.

Lanjut Edy, dari total 60 persen ini, terdapat 25 persen nakes yang seharusnya telah mendapat vaksin, lantaran ketidakcocokan waktu, maka batal disuntik Vaksin Sinovac.

"Bukan menolak. Ini lah sedang dikomunikasikan lagi. Barangnya sudah ada, tapi yang bersangkutan sedang sibuk, sedang apa. Ini lah terus kita komunikasilan," jelas Edy, di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (3/2/2021).

Pernyataan serupa pun disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan. Menurutnya, sampai saat ini, ia belum ada menerima informasi bahwa ada nakes yang menolak menjalani vaksinasi covid-19.

"Kemarin pas sosialisasi di Dinkes Medan, semua mendukung untuk divaksin. Hanya ada masalah keterlambatan saat namanya masuk ke aplikasi. Pas dia (nakes) datang ke faskes yang ditunjuk. Tapi begitu datang vaksin belum ada. Besoknya dia datang sudah tak berlaku lagi," sebut Alwi.

Sehingga, agar para nakes itu dapat tetap memeroleh Vaksin Sinovac, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, agar menggunakan data manual.

"Jadi kami sedang koordinasikan ke kementerian. Supaya dimanualkan yang aplikasinya bermasalah," ungkapnya.

Alwi menegaskan tidak ada alasan bagi nakes untuk menolak divaksin. Sebab nakes merupakan profesi yang berada di garda terdepan menghadapi pasien yang terpapar covid-19.

Apalagi wabah virus corona telah berlangsung hampir setahun lamanya. Bahkan berdampak terhadap segala lini kehidupan masyarakat.

"Saya pikir, kita lebih memikirkan kepentingan bersama. Persoalannya setahun ini kita sudah tertekan. Takut menularkan kepada orang tua, anak, bahkan anggota keluarga lainnya. Ditambah dampak ekonomi. Ini lah yang kita alami sejak setahun. Ini lah kesempatan kita keluar dari wabah ini. Minimal 70 persen saja dari total penduduk kita divaksin, mudah-mudahan pandemi ini berakhir," jelasnya.

Sementara total Vaksin Sinovac yang telah diterima Sumut hingga kini berjumlah 147.720 vial. Vaksin yang ada tersebut telah mulai dididstribusikan ke 33 kabupaten/kota di Sumut.

Vaksin Sinovac pertama kali tiba di Sumut pada Selasa (5/1/2021) sebanyak 40 ribu vial. Lalu pada Jumat (15/1/2021) datang lagi sebanyak 34.840 vial.

Selanjutnya 40 ribu vial Vaksin Sinovac kembali datang pada Senin (25/1/2021) dan teranyar Kamis (28/1/2021) masuk lagi sebanyak 32.880 vial.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved