Breaking News:

Update Covid19 Sumut 3 Februari 2021

Kadis Kesehatan Karo Sebut Vaksin Covid-19 Bagi Nakes Diutamakan Untuk yang Lolos Screening

Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, melakukan pendistribusian vaksin produksi Sinovac bagi tenaga kesehatan (Nakes) terutama yang bertugas di Puskesmas

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Nasrul / Tribun Medan
Petugas dari salah satu Puskesmas di Kabupaten Karo, melakukan penjemputan vaksin produksi Sinovac, di gudang medis milik Dinkes Kabupaten Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Rabu (3/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo, melakukan pendistribusian vaksin produksi Sinovac bagi tenaga kesehatan (Nakes) terutama yang bertugas di Puskesmas, Rabu (3/2/2021).

Diketahui, dari 19 Puskesmas yang ada di Kabupaten Karo, hari ini seluruh perwakilan masing-masing Puskesmas melakukan penjemputan vaksin ke gudang medis milik Dinkes Kabupaten Karo, di Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe.

Informasi yang didapat dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes, pendistribusian vaksin tahap pertama ini memang diutamakan diberikan kepada Nakes.

Selain itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga menjadi fokus utama untuk diberikan vaksin.

"Hari ini kita melakukan pendistribusian vaksin bagi tenaga kesehatan, dan dijemput oleh masing-masing Puskesmas secara bergantian. Untuk total vaksin yang kita distribusikan untuk tenaga kesehatan, sebanyak 1389 vial," ujar Irna.

Irna menjelaskan, nantinya pada saat dilakukan proses pemberian vaksin calon penerima harus dilakukan pengecekan kesehatan atau screening terlebih dahulu.

Ia mengatakan, selain itu sesuai dengan peraturannya bagi calon penerima vaksin ini harus sudah tercatat di data penerima vaksin.

"Inikan memang diutamakan diberikan untuk tenaga kesehatan, tapi semuanya juga harus lolos screening dan data dirinya harus masih ke dalam sistem," ungkapnya.

Ketika ditanya perihal jika ada Nakes yang belum masuk ke dalam sistem penerima vaksin, Irna mengatakan pihaknya akan melihat saat Nakes tersebut dilakukan screening.

Jika nantinya dari hasil screening Nakes tersebut dinyatakan sehat, maka datanya akan dimasukkan secara manual oleh Dinkes dan berhak mendapatkan suntikan vaksin.

"Kalau screeningnya lolos, dia akan kita masukkan datanya. Tapi kalau misalnya ada yang datanya sudah masuk tapi tidak lolos screening, ya tetap saja harus menunggu sampai dinyatakan aman untuk menerima vaksin," ucapnya.

Dirinya mengatakan, pada proses screening ini ada sekitar 16 poin yang harus dipenuhi oleh semua calon penerima vaksin.

Dari sekitar 16 poin pemeriksaan kesehatan ini secara umum untuk mengecek seperti apa kondisi kesehatan dari calon penerima vaksin.

Dirinya mengatakan, calon penerima vaksin harus dinyatakan benar-benar sehat sebelum menerima vaksin dan tidak memiliki riwayat penyakit yang menyebabkan tidak dapat disuntikkan vaksin.

"Jadi sebelum menerima vaksin, calon harus benar-benar sehat. Tidak boleh sakit seperti demam, flu, batuk, dan tekanan darahnya tidak boleh melebihi angka 140. Kalau misalnya calon penerima ada keluhan yang menyatakan tidak bisa diberikan vaksin, harus ditahan dulu dan menunggu tahap selanjutnya," katanya.

Lebih lanjut, Irna mengatakan untuk jadwal pemberian vaksin ini pihaknya berencana akan melakukan launching secara serentak pada Kamis (4/2/2021) esok.

Untuk Forkopimda, direncanakan akan menjalani pemberian suntikan vaksin di Pendopo Bupati Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe. Sementara untuk Nakes, vaksin akan diberikan di lokasi kerjanya masing-masing.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved