Breaking News:

Pilkada Binjai Tanpa Sengketa, KPU Gelar Pembubaran Masa Tugas Badan Ad-Hoc

Badan Ad Hoc yang terlibat selama penyelenggaraan Pilkada Binjai 2020 resmi dibubarkan setelah masa tugas selesai.

TRIBUN MEDAN / HO
Badan Ad Hoc yang terlibat selama penyelenggaraan Pilkada Binjai 2020 resmi dibubarkan setelah masa tugas selesai. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Badan Ad Hoc yang terlibat selama penyelenggaraan Pilkada Binjai 2020 resmi dibubarkan setelah masa tugas selesai.

KPU Binjai menggelar pembubaran di Pendopo Umar Baki, jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Rabu (3/2/2021).

Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendy mengatakan kegiatan pembubaran Ad Hoc digelar karena Pilkada Binjai berjalan aman, lancar, damai, dan tidak ada sengketa Pilkada. Untuk itu, KPU Binjai berpedoman pada PKPU nomor : 5/2020, dimana badan Ad Hoc telah selesai bertugas sejak Januari 2021 lalu mengingat tidak ada sengketa atas hasil penyelenggaraan.

"Pembubaran sudah digelar karena tidak ada sengketa Pilkada Binjai. Terima kasih kepada seluruh pihak, penyelenggara yang telah mendukung dan membantu terlaksananya seluruh tahapan Pilkada 2020," kata Ketua KPU Binjai.

Zulfan juga bersyukur atas hasil partisipasi masyarakat yang memakai hak pilih pada Pilkada Binjai 2020 mencapai 71,86 persen.

Angka capaian meningkat 6 persen dibandingkan pilkada 2015 dengan 65 persen partisipasi pemilih.

"Pilkada telah usai, namun silaturahmi, sinergitas dan komunikasi harus tetap terjaga demi menjaga keberlangsungan hubungan antar seluruh badan Ad Hoc. Mohon maaf, saya mewakili semua penyelenggara jika selama bertugas kami melakukan kesalahan dan kelalaian, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja," ujarnya.

Ketua Bawaslu Binjai, Arie Nurwanto di sela acara pembubaran Ad-hoc juga menyampaikan terima kasih dan maaf.

Ia berterima kasih atas peran seluruh jajaran PPS dan PPK se-Kota Binjai yang telah bekerja keras hingga Pilkada Binjai berjalan lancar dan aman.

Arie menegaskan, secara umum penyelenggaraan Pilkada 2020 berjalan sukses meskipun ada beberapa hal teknis yang memberikan tantangan tersendiri dalam proses demokrasi di masa pandemi Covid-19. Dia juga mohon maaf jika terdapat ketersinggungan teman-teman PPK dan PPS selama tugas.

"Mohon maaf jika ada ketersinggungan, khususnya yang sempat dipanggil memberikan klarifikasi oleh Bawaslu. Semua itu adalah upaya kita bersama menjaga independensi dan netralitas penyelenggara serta menjamin Pilkada Kota Binjai 2020 berjalan aman damai dan demokratis, sesuai aturan, dan tidak melanggar prokes Covid-19," pungkasnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved