Breaking News:

Sidang Kecelakaan Beruntun Simalungun, Keluarga Korban Histeris dan Menangis

Anak saya ini bingung. Kami cukup berdoa aja. Saya minta janji agar keluarga sopir itu harus menepati. Kelurga sopir harus datang (berdamai) ke rumah.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
SIDANG kecelakaan beruntun Jalan Asahan di PN Simalungun. Jaksa menghadirkan 11 saksi untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim, (3/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kasus kecelakaan beruntun di Jalan Asahan Km IV, Nagori Dolok Marlawan Kabupaten Simalungun, Kamis (19/11/2020) lalu masuk ke meja persidangan.

Pada persidangan tersebut, sebanyak 11 saksi korban memberikan keterangannya dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Simalungun yang dipimpin Roziyanti.

Sidang di Ruang Tirta, Rabu (3/2/2021) siang berlangsung histeris. Keluarga empat korban meninggal dunia, (Alm) Hotdiman Sidabutar dan ketiga cucunya, yaitu Lasria Situmeang menangisi apa yang dialaminya.

"Memang geram sama bapak sopir. Seandainya blong, entah dibantingnya truk ke Cadika. Saya tidak terima. Nyawa cucu saya. Tapi Tuhan lah yang tahu rezeki dan pengganti ketiga cucu saya. Mudah mudahan ada rezeki kepada saya," ujar Lasria via telekonferensi.

Lasria menyampaikan, pascameninggalnya ketiga cucu, anak dan menantunya kini bingung untuk berbuat apa-apa. 

"Anak saya ini bingung. Kami cukup berdoa aja. Saya minta janji agar keluarga sopir itu harus menepati. Kelurga sopir harus datang (berdamai) ke rumah," ketus Lasria.

Korban lainnya, Arbain, menceritakan peristiwa maut tersebut.

Ia menyebut suara dalam kecelakaan itu bagaikan perang. Ia terpental dengan sepeda motor dan jatuh di antara korban-korban yang tidak utuh.

"Lihat suara kayak tentara itu. Mobil truk kencang. Terus nabrak saya, dan di depan saya sudah ada mayat yang hancur itu, Bu. Saya nggak sadar. Betis sama pinggang cedera. Kalau sekarang sudah bisa melakukan pekerjaan, tapi terganggu karena sakit," ujar pria yang pengendara sepeda motor dalam peristiwa itu.

Satu saksi yang turut dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Simalungun Barry Sugiarto adalah kernet truk Fuso, Mukti Fadlan. Kernet sendiri merupakan anak kandung dari sopir truk yang kini menjadi terdakwa, Suratman.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved