Breaking News:

Update Covid19 Sumut 4 Februari 2021

Pemkab Karo Lakukan Vaksinasi Tahap Awal, Diawali Forkopimda dan Nakes di 17 Puskesmas

Launching vaksinasi ini terlihat Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, dan unsur Forkopimda lainnya

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Royandi Hutasoit
NASRUL / TRIBUN MEDAN
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes (kanan), menunjukkan vaksin sebelum dilakukan penyuntikan ke Bupati Karo Terkelin Brahmana (baju putih), di Pendopo Kabupaten Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, melakukan proses penyuntikan vaksinasi Covid-19 tahap awal, Kamis (4/2/2021).

Pada pencanangan vaksinasi ini, untuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo dilakukan di Pendopo Kabupaten Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe.

Amatan www.tribun-medan.com, pada launching vaksinasi ini terlihat Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, dan unsur Forkopimda lainnya datang untuk diberikan suntikan vaksin Sinovac ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes, mengungkapkan selain diberikan untuk Forkopimda, pada hari ini juga dilakukan secara serentak pemberian vaksin kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) di 17 Puskesmas.

"Jadi hari kita lakukan launching penyuntikan vaksin secara serentak bagi Forkopimda plus, beserta Nakes di 17 Puskesmas. Sementara untuk Nakes yang di rumah sakit, akan diberikan besok," ujar Irna.

Ketika ditanya berapa banyak Forkopimda yang diberikan suntikan vaksin tahap awal ini, dirinya mengatakan ada sebanyak 10 orang yang diberikan suntikan. Dari 10 orang itu di antaranya, Bupati Karo, Asisten tiga Pemkab Karo, Wakil Ketua DPRD Karo, Dandim 0205/TK, Kapolres Tanah Karo, Kepala Kejaksaan Negeri Karo, Kepala Pengadilan Negeri Kabanjahe, perwakilan dari MUI, dan beberapa orang dari Dinas Kesehatan.

"Kita jadwalkan ada 10 orang yang divaksinasi, tapi ada dua orang yang dinyatakan harus menunggu tahap selanjutnya. Karena pak asisten tiga dan perwakilan dari MUI saat cek kesehatan, sedang flu," katanya.

Sementara, untuk Wakil Bupati Karo Cory Sebayang juga tidak ikut diberikan vaksin untuk pembentukan antibodi penangkal Covid-19.

Diketahui, Cory saat ini sudah melebihi usia untuk calon penerima vaksin dengan ketentuan usia paling tinggi 59 tahun.

"Ibu wakil juga tidak, karena beliau sudah lebih dari 59 tahun. Nanti beliau akan diberikan vaksin khusus, mungkin Maret datang," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, dari total vaksin yang sudah diterima sebanyak 3760 vial, pada tahap ini dilakukan penyuntikan sebanyak 1880 vial.

Sementara untuk sisanya, akan diberikan pada penyuntikan tahap kedua yang akan dilakukan 14 hari dari hari ini.

"Sekarang ada 1880 yang disuntikkan, tapi ini masih bisa berubah. Karena tergantung dari hasil pengecekan kesehatan, dan ada juga Nakes kita yang belum terverifikasi. Jadi kita masih menunggu verifikasi lanjutan dari pusat," ungkapnya.

Ketika ditanya seperti apa rasanya saat ia diberikan suntikan vaksin tadi, ia mengaku biasa saja dan tidak memiliki rasa was-was.

Irna mengatakan, dengan telah disuntiknya Forkopimda ini menjadi informasi bagi masyarakat jika vaksin ini bukan suatu hal yang menakutkan. Bahkan, ini merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, selain itu penerapan protokol kesehatan secara ketat juga harus tetap diutamakan.

(cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved