Breaking News:

Banjir Dua Bulan di Gang Subur Lama Akhirnya Surut, Ini yang Dilakukan Dinas PU Medan

Banjir yang melanda Gang Subur Lama, Jalan Brigjend Katamso, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun selama dua bulan akhirnya surut.

TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Warga membersihkan sisa lumpur banjir selama dua bulan di Gang Subur Lama, Jalan Brigjen Katamso, Kampung Baru, Medan Maimun, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com-Banjir yang melanda Gang Subur Lama, Jalan Brigjend Katamso, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun selama dua bulan akhirnya surut.

Banjir akibat rusaknya drainase di daerah itu sempat menyusahkan puluhan kepala keluarga. Beberapa keluarga kesulitan bekerja dan bahkan terkena penyakit kulit.

Setelah banjir surut pada Kamis (4/2/2021), tampak beberapa warga membersihkan lumpur di jalan dan menggosok lumut yang masih menempel.

Warga setempat, Zainidir, bersyukur akhirnya persoalan banjir telah teratasi.

"Alhamdulillah bersyukur sekarang sudah kering. Lega lah akhirnya banjir sudah surut dan tinggal kita benahi barang-barang yang rusak saja. Karena banjir kemarin rusak semua barang. Mulai dari kulkas, TV, semua barang elektronik habis. Pakaian dan badan saja lah yang selamat," ungkapnya.

Zainidir menceritakan, dirinya harus memindahkan anaknya yang sedang hamil tua dari atap menggunakan perahu ke lokasi yang aman karena banjir.

KONDISI banjir selama 1,5 bulan di Gang Subur Lama, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Senin (18/1/2021). Imbas dari genangan air ini membuat ekonomi warga lumpuh dan mulai dijangkiti penyakit kulit.
KONDISI banjir selama 1,5 bulan di Gang Subur Lama, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Senin (18/1/2021). Imbas dari genangan air ini membuat ekonomi warga lumpuh dan mulai dijangkiti penyakit kulit. (TRIBUN MEDAN/KARTIKA)

"Kami bahagia sekali karena sudah tampak jalan di gang ini. Selama banjir aktivitas terganggu. Kaki gatal-gatal, kutu air, dan kena diare, kedinginan. Harapannya, semoga jangan sampai terjadi lagi seperti ini," ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Zulfansyah menjelaskan, genangan air yang tidak pernah surut akhirnya hilang setelah pihaknya membuat saluran air darurat.

Dinas Pekerjaan Umum Medan membuat saluran baru sepanjang 50 meter menggunakan pipa menuju sungai.

"Penanaman pipa dilakukan sejak dua minggu yang lalu. Semoga dalam pekan ini bisa diselesaikan. Tapi ini hanya solusi temporer. Kalau solusi permanennya, setelah tanah warga tempat saluran air yang rusak sudah kita bebaskan. Pembebasan tanah ini sedang ditangani Dinas Perumahan dan Pemukiman,” jalasnya. 

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved