Breaking News:

BEI Nilai Kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk Beri Harapan Kemajuan Keuangan Syariah

Debut Bank Syariah Indonesia di pasar modal diikuti naiknya harga saham dari harga pembukaan di level Rp2.750 menjadi Rp 2.770 per lembar.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
DIREKTUR Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadiman pada pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (opening bell ceremony) pada Kamis (4/2/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk., entitas baru hasil penggabungan tiga bank syariah Himbara yang efektif beroperasi 1 Februari lalu, memulai debut di pasar modal ditandai dengan Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (opening bell ceremony) pada Kamis (4/2/2021).

Debut Bank Syariah Indonesia di pasar modal diikuti naiknya harga saham emiten berkode BRIS ini sebesar 0,73% dari harga pembukaan di level Rp2.750 menjadi Rp 2.770 per lembar ketika pasar dibuka.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan pihaknya menyambut baik penggabungan ketiga Bank BUMN ini. 

Ia mengatakan penggabungan kekuatan ketiga Bank Syariah milik negara ini tentunya menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dengan fundamental yang kuat serta nilai aset yang besar dan berdaya saing global.

"PT Bank Syariah Indonesia Tbk. juga merupakan perusahaan tercatat di BEI dengan kode saham BRIS. BRIS termasuk dalam 10 bank syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar dari antara seluruh saham syariah yang tercatat di bursa," ujarnya saat pembukaan perdagangan. 

Dikatakannya dengan pembentukan PT Bank Syariah Indonesia ini, saham BRIS akan menjadi pilihan investasi yang sangat menarik bagi investor.

Kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk., menurutnya memberikan harapan yang besar dalam mendorong kemajuan dan keuangan syariah nasional, termasuk penguatan aset dan kapitalisasi dalam industri pasar modal syariah. 

"Selama lima tahun terakhir pasar modal syariah indonesia tumbuh positif, di mana jumlah saham syariah meningkat signifikan sekitar 33 persen. Dari 318 saham syariah pada 2015 menjadi 426 saham per 22 Januari 2021 atau 60 persen dari saham tercatat di BEI dengan kapitalisasi Rp 3,5 triliun atau 47,5 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI," ujar Inarno.

Berdasarkan catatan BEI, BRIS menjadi salah satu emiten dengan kinerja saham terbaik sepanjang 2020 dengan kenaikan harga saham 582 persen dari Rp 330 menjadi Rp2.250 per lembarnya.

"Dari 51 saham baru yang tercatat di BEI pada tahun 2020, 38 atau 74,5 persennya merupakan saham syariah. Perkembangan pasar modal syariah juga terlihat dari pesatnya pertumbuhan jumlah investor saham syariah," katanya. 

Dikatakannya, dalam lima tahun terakhir jumlah investor saham syariah di Indonesia meningkat 1650 persen. Per Desember 2020, investor saham syariah sudah mencapai 85.891 investor atau sekitar 5,5 persen dari total investor saham Indonesia. 

"Artinya ruang untuk bertumbuh masih besar sekali untuk Investor saham syariah. Beberapa perkembangan dalam industri pasar modal syariah membuat Indonesia diakui sebagai pasar modal syariah terbaik di dunia dengan diraihnya penghargaan The Global Best Islamic Capital Market oleh Bursa Efek Indonesia pada ajang penghargaan Internasional Global Islamic Finance secara berturut turut dalam dua tahun terakhir," katanya. 

Dirinya berharap hadirnya PT Bank Syariah Indonesia Tbk. juga mampu meningkatkan peringkat Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dalam persaingan di kancah keuangan internasional. 

"Kami optimistis PT Bank Syariah Indonesia Tbk. dapat membawa semangat dan pelayanan baru yang lebih optimal berdasarkan prinsip-prinsip syariah untuk semua lapisan masyarakat Indonesia," pungkasnya. (sep/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved