Breaking News:

Kapus Teluk Langkat Dijebloskan ke Penjara Setelah Terlibat Korupsi Dana BOK

Kejari Langkat akhirnya memenjarakan Kapus Teluk Evi Diana yang diduga korupsi dana BOK tahun anggaran 2017-2019

Internet
Korupsi 

TRIBUN-MEDAN.com,STABAT-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat akhirnya memenjarakan dr Evi Diana, Kepala Puskesmas Desa Teluk.

Evi Diana dipenjarakan dalam proses pelimpahan tahap dua, kasus dugaan korupsi dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) pada tahun anggaran 2017-2019.

KPK Minta Pemko Medan Perketat MCP Untuk Cegah Korupsi di Tingkat OPD

"Yang bersangkutan kami tahan sesuai pelaksanaan tahap dua.

Untuk saat ini, tersangka kami titipkan di Rutan Tanjungpura,” kata Kasi Intelijen Kejari Langkat, Boy Amali, Kamis (4/2/2021) siang.

Dia mengatakan, dalam kasus ini Evi Diana yang merupakan warga Jalan Seroja, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999,

tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana,

subsidair Pasal 11 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Korupsi Dana JKN dan BOK, Plt Kepala Puskesmas Perlayuan Divonis 5 Tahun Penjara

"Penahanan tersangka berdasarkan Sprint Kajari Langkat pada tingkat penuntutan Nomor : Print-01/L.2.25.4/Ft.1/02/2021,” kata Boy.

Disinggung lebih lanjut mengenai kasus ini, Boy mengatakan bahwa uang yang diduga dikorupsi Evi Diana sebesar Rp 200 juta.

Uang tersebut merupakan dana BOK yang diperuntukkan bagi 40 tenaga kesehatan di Desa Teluk.(dyk)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved