Breaking News:

Mendikbud Tiadakan UN 2021, Pengamat Pendidikan: Pemda Harus Inisiatif Buat Standar Regional

Peniadaan UN ini dinilai akan memberikan dampak negatif, yakni tidak ada standar acuan secara menyeluruh.

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Sejumlah siswa SMPN 11 mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) saat menumpang ujian di SMAS Dharmawangsa, Medan, Sumatera Utara, Senin (22/4/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengamat Pendidikan, Rizal Hasibuan menanggapi surat edaran Peniadaan Ujian Nasional (UN) tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Menurutnya, kebijakan yang direalisasikan di tengah pandemi Covid-19 dinilai wajar dengan guru yang akan menentukan penilaian siswa.

"Jadi nilai itu diberi dari guru kelas. Untuk memahami kondisi pandemi itu sesuatu yang harus dilakukan. Tapi ini punya resiko," ungkap Rizal.

Namun begitu, Rizal juga menyebutkan bahwa peniadaan UN ini akan memberikan dampak negatif, yakni tidak ada standar acuan secara menyeluruh.

Jika UN ditiadakan, maka kompetensi sekolah tidak bisa dibandingkan dengan sekolah lain.

Lanjutnya, ia juga menuturkan bahwa hasil ujian itu tidak bisa digunakan dalam pengambilan keputusan. Karena tidak bisa dibandingkan.

"Dulu kan bisa dibandingkan, ternyata ada daerah yang nilainya lebih rendah dari standar pendidikan. Lalu mereka diberikan support dalam bentuk bantuan penguatan," tuturnya.

Menurut Rizal, kebijakan peniadaan UN untuk tahun ini perlu adanya evaluasi agar tidak dapat menjadi perbandingan untuk di tahun selanjutnya.

"Karena menurut saya kita akan kehilangan generasi sebab pembelajaran yang dilakukan di sekolah tidak berstandar," ujarnya.

Dalam poin SE yang dikeluarkan Kemendikbud, ada tiga indikator kelulusan pengganti UN yaitu melalui nilai rapor, nilai kepribadian, dan ujian yang diberikan dari pihak sekolah.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved