Breaking News:

Pengawas Proyek Pakai Baju TNI Ditangkap karena Seragamnya Aneh

Muslianto dicurigai karena menggunakan seragam yang tidak sesuai dengan situasi pandemi Covid-19 sesuai perintah Panglima TNI.

Tribun Medan/Gita Nadia Tarigan
Dua anggota TNI yang menangkap Muslianto menjadi saksi sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com-Muslianto mengaku menggunakan seragam TNI untuk menjadi pengawas lapangan proyek.

Pengakuan tersebut disampaikan Muslianto di hadapan Ketua majelis hakim Ali Tarigan pada sidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (4/2/2021).

"Apa benar kau ditangkap memakai seragam dinas PDL TNI lengkap dengan atribut dan sangkur serta satu pucuk senjata air softgun? Dari mana pula kau dapat sangkur sama air softgun itu?" tanya ketua majelis hakim, Ali Tarigan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Muslianto pun mengakui bahwa seragam lengkap dinas TNI itu, ia gunakan untuk mendukung kerjanya sebagai pengawas lapangan PLN di area Kota Medan dengan upah Rp 200 ribu.

Terdakwa juga mengaku membeli sangkur dan perlengkapan lain di toko koperasi perlengkapan petugas keamanan di kawasan Binjai.

"Benar, Pak Hakim. Supaya saya bisa kerja mengawas di lapangan, pak hakim. Sangkur itu saya beli di koperasi perlengkapan TNI," jawab terdakwa melalui layar virtual.

Sidang beragendakan keterangan saksi itu, menghadirkan dua orang saksi yakni, Hotman Purba dan Oman Abdurohman yang merupakan personil TNI bertugas Denma Kodam I/BB dan Koramil 0201-05/ Medan Baru.

Dalam kesaksiannya, Hotman Purba menjelaskan, dirinya melihat terdakwa Muslianto berpakaian dinas PDL NKRI lengkap sedang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha N-Max warna hitam melintas di bawah fly over Jalan Jamin Ginting Medan, Kamis 30 Juli 2020 lalu.

"Saya curiga yang bersangkutan sedang menggunakan seragam yang tidak sesuai dengan situasi pandemi Covid-19 sesuai perintah Panglima TNI. Jadi saya tanya dinas di mana? Leting berapa? Tapi penjelasan yang bersangkutan tidak sesuai. Jadi saya bawa ke kantor Koramil 0201-05/ Medan Baru bersama rekan saya, Oman," jelas Hotman Purba.

Saksi Oman juga menambahkan bahwa ketika diperiksa yang bersangkutan membawa sepucuk senjata tajam jenis sangkur dan air softgun.

"Atas perintah Danramil yang juga turut menginterogasi yang bersangkutan, terdakwa selanjutnya kami serahkan ke Mapolrestabes Medan guna proses lebih lanjut," jelasnya.

Atas kesaksian dua personil TNI tersebut terdakwa Muslianto tidak menampik apa yang dijelaskan saksi dan mengakui perbuatannya sebagaimana yang diterangkan. Majelis hakim selanjutnya menunda proses persidangan hingga pekan depan. (cr21)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved