Breaking News:

Sepanjang 2020 Ekonomi Sumut Menurun, Transportasi dan Pergudangan Paling Terdampak

Ia melanjutkan, dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 12,77 persen. 

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas Balai Pengelola Transportasi Darat Sumut melakukan pengecekkan kelengkapan surat angkutan bus antar provinsi di Terminal Pinang Baris, Medan, Selasa (22/12/2020). Selain pengecekkan angkutan, petugas gabungan yang terdiri dari Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, BNN, Dinkes Sumut juga melakukan pemeriksaan kesehatan supir untuk persiapan kelayakan angkutan jelang Natal dan Tahun Baru. 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat ekonomi Sumut sepanjang tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 1,07 persen.

Pada Triwulan IV-2020, ekonomi Sumut mengalami penurunan sebesar 2,94 persen (y-on-y). Selama triwulan IV-2020, ekonomi Sumut hanya tumbuh sebesar 0,05 persen (q-to-q).

"Ekonomi Sumut tahun 2020 mengalami kontraksi 1,07 persen dibanding capaian tahun 2019 yang sebesar 5,22 persen," ujar Kepala Perwakilan Badan Pusat Statistik Sumatera Utara Syech Suhaimi secara virtual, Jumat (5/2/2021).

Ia melanjutkan, dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 12,77 persen. 

Dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi dialami oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 10,36 persen.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan IV-2019 lalu, mengalami kontraksi sebesar 2,94 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,93 persen.

Dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi dialami oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 15,12 persen.

"Lapangan usaha tranportasi dan pergudangan laju pertumbuhannya minus 16,93 persen. Share terhadap PDRB Sumut sebesar 4,40 persen," ujar Syech.

BPS Sumut juga mencatat terdapat dua LU lainnya yang terkontraksi cukup besar pada kuartal IV-2020, yaitu akomodasi makan dan minum tumbuh negatif sebesar 14,83 persen, serta jasa perusahaan tumbuh negatif sebesar 7,84 persen.

Lapangan Usaha akomodasi makan dan minum berperan sebesar 2,10 persen terhadap struktur PDRB Sumut.  Sedangkan jasa perusahaan menyumbang share lebih kecil, yaitu 1,07 persen.

(yui/Tribun-medan.com) 

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved