Breaking News:

Tertunda Setahun, Selat Malaka Luncurkan Album Perdana di Tengah Pandemi

Vokalis Albert menuturkan, proses penggarapan album memakan waktu lebih dari tiga tahun.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
BAND Selat Malaka meluncurkan album perdana berjudul Selat Malaka setelah tertunda selama setahun akibat pandemi Covid-19. 

Tribun-Medan.com, Medan - Enam tahun meramaikan industri musik tanah air, Band Selat Malaka akhirnya meluncurkan album perdana bertajuk 'Selat Malaka' di tahun 2021.

Walau masih dalam kondisi pandemi, band yang digawangi Albert (vocal), Leo (gitar), Jose (drum) dan Ari (Bass) tidak menyurutkan semangat band ini untuk memberanikan diri menghasilkan karya.

Perjalanan musik hingga akhirnya mengeluarkan album memiliki proses yang cukup panjang. Vokalis Albert menuturkan, proses penggarapan album memakan waktu lebih dari tiga tahun.

"Perjalanan yang super panjang malah justru memakan tiga tahun lebih hingga akhirnya rilis full album. Awalnya kita rilis single Tanpa Ruang di tahun 2015. Itulah pengenalnya selat Malaka untuk mengenalkan ke publik," ungkap Albert, Sabtu (6/2/2021).

Dirinya menceritakan proses peluncuran album seharusnya dilakukan pada tahun Maret 2020 dengan semua sudah dilakukan persiapan untuk live perfomance di dua kota, yaitu Medan dan Jakarta. Namun harus dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

"Tahun 2015 ke 2017 kita selalu recording lagu baru. Sampai di 2018 itu semua selesai. 2019 kita urus perilisan fisiknya dan di tahun 2020 bulan 3 rencana bakal rilis di Jakarta dan di Medan. Kita udah fixkan tempat, acara dan semuanya. Tinggal eksekusi di hari H. Namun dua hari sebelumnya pengumuman, gugurlah perilisan album ini," ujarnya.

Gitaris Leo juga menimpali bahwa untuk peluncuran album perdana ini berada di bawah naungan Don't Fade Away Records dengan mencetak 500 keping.

"Tapi ini masih format fisik, belum ada kita memanfaatkan kanal digital. Kita udah ngeband 2014 dan target kita saat rilis album apakah independen atau bersama label dan kita dirilis oleh label Don't Fade Away Records. Pengerjaan lagu kita tracking di Medan. Tapi untuk produksi mixing dan mastering kita lakukan di Jakarta," tuturnya.

Berisikan delapan single, Albert menjelaskan bahwa hampir di semua lagu tidak akan ditemukan lagu bergenre percintaan melainkan mengenai kehidupan.

"Kalau kita sebenarnya balikin ke pendengar. Tapi waktu dalam proses pengerjaan lagu hampir semua lagu Selat Malaka berbicara proses kehidupan. Ada lagu percintaan tapi agak susah tulis lagu romantis. Akhirnya kita menyadari Memnag bukan segmen kita makanya kalau misalnya dilihat lebih dalam, di lirik selat Malaka kita banyak gunakan diksi lama dan baku," kata Albert.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved