Breaking News:

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Tasak Telu Khas Karo, 3 Elemen Masakan dalam Satu Hidangan

Sementara itu, Taulah Gagatnya dibuat dari bahan parutan kelapa, yang digongseng setengah matang. Setelah itu, dicincang - cincang hingga halus.

Kompasiana.com
Tasak Telu merupakan makanan khas Karo 

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Makanan tradisional di Indonesia, terutama di kawasan Sumatera Utara memiliki ciri khas yang unik. Satu di antaranya Tasak Telu, merupakan makanan khas Suku Karo.

Salah satu warga Karo, Loy Ginting, mengatakan Tasak Telu ini merupakan 3 masakan yang berbeda, yang sering disebut tiga elemen masakan dalam satu hidangan.

Untuk bahan dasar utama Tasak Telu, yakni daging ayam kampung, yang di sayat – sayat. Kemudian, Cipera, dan Tualah Gatgat. Maka, wajar masakan itu disebut Tasak Telu, karena memiliki tiga elemen masakan. Tasak yang artinya masakan, dan Telu berarti tiga dalam bahasa Karonya.

“Jadi prosesnya daging ayam kampung yang disayat – sayat kecil kecil, direbus hingga matang dan sangat lembut. Kemudian, Cipera yang terbuat dari bahan tepung jagung dimasak dengan kuah kaldu dari rebusan ayam kampung itu,” katanya, Sabtu (6/2/2021).

Sementara itu, Taulah Gagatnya dibuat dari bahan parutan kelapa, yang digongseng setengah matang. Setelah itu, dicincang - cincang hingga halus.

Sambungnya menjelaskan, Tasak Telu selain masakan unik, juga merupakan makanan yang enak dan bergizi. Kemudian, masakan ini juga sudah turun temurun di masyarakat Karo.

“Selain makanan tradisional Karo, Tasak Telu ini juga sangat bergizi ya. Apalagi pada masa pandemi seperti ini, Tasak Telu ini dapat menigkatkan imun tubuh. Bisa – bisa dikatakan sebagai makanan tradisional penanggal Corona la,” ujarnya.

Selanjutnya, yang juga warga dan suku Karo, Mahaga Perangin – angin, mengatakan Tasak Telu masakan khas Karo ini sangat populer di kalangan masyarakat Karo.

Apalagi, masakan ini dinikmati ketika cuaca dingin dan masakan Tasak Telu itu dalam keadaan hangat. Pastinya akan menggugah selerah, dan menaikkan nafsu makan.

“Kalau pas hangat-hangatnya itu Tasak Telu dan cuaca hujan atau dingin. Wah, enak kali pun disantap, apalagi baru diturnkan dari tungku masak, sudah ke mana mana aroma kaldu ayamnya itu, selera kali menyantapnya pun,” ucapnya.

Lanjutnya mengatakan, Tasak Telu ini kalau bukan Orang asli Karo, masakannya bisa tak enak. Karena hanya orang Karo yang dapat mengolah masakan Tasak Telu ini. Makanya, lebih enak menyantapnya itu di tanah Karo, jika di luar kawasan Karo, itu pun harus orang Karo dan rumah makan Karo.

“Beda rasanya kalau bukan orang karo kalau yang mengolah Tasak Telu ini. Karena yang lebih tau seluk beluk cara mengolah Tasak Telu ini ya orang karo,” ujarnya.

Ssambungnya mengatakan terkait Tasak Telu, juga merupakan masakan yang sering disajikan pada saat upacara adat.

Biasanya, hidangan ini disajikan pada perayaan Merdang Merdem atau Kerja Tahun. yakni hajatan Suku Karo selama satu minggu penuh sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya musim tanam padi. Tak hanya itu, Tasak Telu ini juga dihidangkan pada acara pesta pernikahan.

(cr22/tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved